Waspadai Donasi Berkedok Kemanusiaan Diselewengkan untuk Terorisme

3
204

Sangkhalifah.co — Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang ringan tangan dalam membantu adanya peristiwa kemanusiaan yang terjadi baik di dunia nasional maupun internasional. Setiap kali terjadi banjir, longsor, gempa bumi, dan bencana-bencana alam lainnya satu sama lain saling mendukung dan menggalang dana untuk menolong mereka yang menjadi korban. Tapi sayangnya, situasi dan kondisi ini disalahgunakan oleh para teroris dan simpatisan kelompok radikal. Sebagian mereka menggunakan agama dan kemanusiaan untuk mengepul donasi yang tujuan aslinya untuk terorisme.

Densus 88 sebagaimana dikutip CNN Indonesia (17/12/2020) menemukan adanya dugaan Yayasan Abdurrahman bin Auf yang melakukan pengumpulan uang melalui kotak amal di minimarket dan tempat-tempat strategis lainnya untuk mendanai teroris Jama’ah Islamiyah (JI). Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 200 ribu kotak amal yang disebar oleh Yayasan tersebut dibongkar oleh Densus, yang sebelumnya telah tersebar di 7 provinsi dan 12 daerah yang berbeda. Analisa sederhana penulis, ini terjadi karena mereka sulit untuk mengumpulkan dana besar untuk kegiatan terorismenya melalui iuran anggota.

Densus 88 pun menduga kuat kalau dana-dana yang dikumpulkan melalui kotak amal yang dilakukan oleh Yayasan tersebut digunakan untuk memberangkatkan kelompok teroris untuk latihan militer di Suriah. Selain itu juga digunakan untuk menggaji para pimpinan Markaziyah Jamaah Islamiyah dan guna membeli senjata serta untuk membeli alat-alat peledak sebagai bahan amaliah/bom bunuh diri di berbagai wilayah. CNN juga menyebut dana-dana yang dikumpulkan oleh para teroris melalui kotak amal itu berperan dalam melancarkan aksi bom Bali 1 dan 2, Bom JW Marriot, bom Malam Natal 2000, dan rangkaian bom-bom lainnya selama dekade 2000-an.

Pada waktu seperti sekarang ketika Palestina yang merupakan negara Islam diserang oleh Israel negara kafir, para pengepul donasi mulai unjuk gigi. Mereka mengkampanyekan kemanusiaan baik melalui demo-demo sambil penggalangan dana dan atau melalui penggalangan dana secara online lainnya. Kita semua tahu entah sudah berapa kali demo-demo yang digelar oleh berbagai masyarakat dengan tema pembebasan Palestina (free Palestin) dengan membranding artis-artis tingkat atas agar dapat mengepul donasi dalam jumlah yang besar dan harapannya bisa membantu warga Palestina yang sedang teraniaya oleh zionis Israel di negaranya.

Dubes Palestina untuk Indonesia, Ferdinan Hutahaean, sebagaimana dikutip Pikiran Rakyat (16/05/2021) dalam wawancara bersama seseorang menyebut kalau Palestina tidak pernah menerima dana dari aksi-aksi demo pembebasan Palestina, dan hanya dari KBRI Palestina warganya menerima bantuan. Kalau sudah terjadi seperti ini, kita patut curiga, ke mana dana donasi melalui demo-demo itu? Siapa di belakang orang-orang yang menggalang donasi tersebut? Maka bukan hal yang mengada-ada jika masyarakat mencurigai apakah dana itu justru digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme sebagaimana Yayasan Abdurrahman Ibn Auf atau kemana sebenarnya.

Di masa-masa sulitnya negara Islam yang sedang terjajah oleh zionis, masih ada saja orang-orang yang menggunakan sebagai kesempatan untuk mengepul donasi. Cek saja faktanya di media sosial, berapa puluh ribu lembaga-lembaga yang mengatasnamakan lembaga sosial dengan labeling agama dan kemanusiaan dan mengepul doansi atas nama pembebasan Palestina. Dengan berbagai jargon untuk mengelabuhi hati masyarakat, mereka terus mengumpulkan dana yang buktinya menurut Dubes Palestina tidak jelas kemana donasi-doansi Palestina yang seperti dam rangkaian demo-demo itu.

Masyarakat Indonesia perlu hati-hati dan waspada dalam mengeluarkan donasi untuk Palestina. Bukan tidak boleh mengeluarkan uang untuk kemanusiaan membela Palestina, tetapi kita harus selektif, jangan sampai dana yang kita salurkan justru masuk ke tangan-tangan jahat untuk menumbuhkan terorisme di belahan dunia. Hindari yayasan-yayasan atau lembaga pengepul donasi yang menurut pakar telah terlibat menyelewengkan dana untuk mendukung kegiatan terorisme. Apapun namanya dan bisa dicek melalui google. Pilihlah lembaga-lembaga pemerintahan dan atau organisasi masyarakat yang sudah terbukti membela masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah dalam menyalurkan bantuan untuk pembebasan Palestina. Jangan sampai tertipu. Alih-alih niat membantu saudara di Palestina, uang kita digunakan untuk membela teroris oleh orang yang tak mau bertanggungjawab. [Eep]

3 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!