Wasekjen BPET MUI, Najih Arromadloni: Terorisme Musuh Kita Bersama

0
506

Sangkhalifah.co — Dalam upaya maksimal cegah radikalisme dan terorisme, Tim Divisi Humas Mabes Polri bersama Polda Jateng menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk utama “Terorisme Musuh Kita Bersama”. FGD yang menghadirkan narasumber utama, pengamat radikalisme-terorisme yang juga alumni Suriah asal Indonesia, Muhammad Najih Arromadloni.

Najih Arromadloni mengungkapkan akan bahaya radikalisme dan terorisme yang menyasar kalangan generasi milenial yang kian hari potensi tindakan yang mengarah kepada tindakan terorisme berkisar di angka 50 persen ke atas.

“Paham radikalisme ini sangat berbahaya, karena mereka menciptakan generasi baru untuk menjalani aksi terorisme, dan menjadikan mereka anggota terorisme,” ungkapnya.

Wasekjen Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme ini menambahkan bahwa sosialisasi mengenai bahaya paham radikalisme yang menyebabkan aksi terorisme di Indonesia sangat penting. Program sosialisasi seperti anti biotik untuk generasi muda agar tidak menjadi korban radikalisme.

“Hal ini merupakan tugas saya sebagai bagian dari civil society untuk menyampaikan bahayanya paham radikalisme, karena sebagai tokoh masyarakat dan juga pengalaman saya selama mengenyam pendidikkan di Suriah,” tambahnya.

Najih juga menegaskan, kalau kita melihat sejarah konflik di Suriah yang hingga kini masih terjadi, hal ini diakibatkan adanya pemahaman yang berbeda namun tidak bisa disikapi dengan penuh kearifan dan kedewasaan dalam beragama.

“Baik ISIS yang berada di negara Timur Tengah atau JAD yang di Indonesia itu melegitimasi gerakannya dengan dalil agama. Namun pemahamannya hampir sama dan sangat membahayakan, karena mereka melalui cuci otak kepada generasi muda dengan Radikalisme,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, aksi teror yang terjadi di Jawa Tengah memiliki jaringan dari Surakarta. Karenanya, Kota Semarang sangat dekat dengan wilayah Surakarta, sehingga paham radikalisme mudah masuk dan cepat diterima generasi muda. Hal itu sangat perlu diantisipasi melalui program sosialisasi.

“Untuk itu, saya sampaikan bahaya radikalisme yang bisa menyebabkan generasi muda melakukan aksi teror di negara kita ini sangat penting dan urgen. Sebab, mereka sangat mudah melakukan cuci otak kepada anak anak muda sekarang ini,” tutupnya. []

Leave a reply

error: Content is protected !!