Vonis Terhadap Rizieq Shihab Sudah Sesuai Hukum Syariat Islam

0
217

Sangkhalifah.co — Pengadilan Jakarta Timur telah menetapkan kasus Rizieq Shihab tes usap di Rumah Sakit Ummi Bogor sebagai pelanggaran kekarantinaan dengan vonis empat tahun penjara. Pengadilan telah menetapkan hukum secara seadil-adilnya kepada pelanggar hukum eks FPI itu. Tetapi meski demikian, masih banyak simpatisan Rizieq yang justru tidak terima. Seperti yang disaksikan di sosial media, banyak dari gerombolan eks FPI yang turun ke jalan demi mendukung Rizieq agar vonis kepadanya tidak dijatuhkan. Bahkan, beberapa media menyebut, ada sebagian anak muda yang dibayar hanya untuk membuat onar pada sidang putusan hakim di Jakarta Timur itu.

Padahal, masyarakat Indonesia sedang berupaya semaksimal mungkin menekan penularan Covid-19, yang seminggu terakhir terus melambung. Data Kementerian Kesehatan menyebut, kasus harian perminggu ini selalu di atas rata-rata 15000-20.000. Masya Allah luar biasa. Massa yang harusnya ditekan agar jangan sampai turun ke jalan, namun diumbar oleh eks FPI untuk turun ke jalan. Apalagi, sebagaimana pantauan beberapa media, empat dari mereka telah terkonfirmasi Positif Covid-19. Gerombolan pendukung ini memang paling pintar buat onar. Bukannya bersama-sama menekan penularan Covid-19, mereka justru turun jalan ratusan orang, bergerombol, tidak jaga jarak, untuk tujuan yang sia-sia.

Kenapa gerombolan pendukung Rizieq ini kelompok yang sia-sia? Lah iya, wong sidang sudah mau diputuskan, Hakim, Kuasa Hukum dan Jaksa Penuntut Umum sudah lengkap, serta keputusan sudah dilayangkan, mereka kok koar-koar di luar? Memang mereka siapa? Apakah mereka anak-anak Presiden? Atau mereka ini para wakil rakyat? Kedua, tujuan mereka memang tidak jelas, kecuali hanya demi sebungkus nasi. Buktinya, beberapa pemuda yang ditangkap polisi karena akan menghadiri sidang Rizieq ini ketahuan dibayar. Dikutip dari Metro New, ada sekitar 26 anak-anak muda yang naik KRL dari Tangerang, karena dibayar 150-an/orang demi membela Rizieq Shihab.

Vonis terhadap Rizieq Shihab sudah sesuai dengan aturan syariat Islam. Kenapa? Sebab pelanggaran yang dilakukan oleh Rizieq ini membahayakan jika dibiarkan. Apalagi dia punya banyak massa yang dapat digerakkan untuk melakukan apapun demi dia. Bagaimana jadinya jika Hasil Swab disembunyikan sebagaimana terjadi padanya? Bagaimana jika Hasil Swab tidak boleh diketahui oleh Satgas setempat? Ini berbahaya, karena akan mengakibatkan jiwa-jiwa yang terancam dengan tertularnya orang lain atas apa yang dialami oleh orang ini. Maka memvonisnya adalah tindakan tepat, agar tidak terjadi penularan, tidak dicontoh oleh yang lain, dalam kasus soal Tes Swab ini.

Salah satu tujuan diadakannya agama (maqashid al-syariah) adalah menjaga jiwa (hifz an-nafs). Bahkan, Ibn Asyur memnadang bahwa menjaga jiwa bisa lebih utama dibanding dengan ibadah dan menjaga agama (hifz ad-din). Sebab, menjaga jiwa menjadi syarat terlaksananya ibadah dan syiar agama menjadi terealisasikan. Jika jiwanya sakit, bagaimana agama dilaksanakan? Oleh siapa agama akan dijalankan? Maka, agama menolak segala tindakan yang bisa mengancam jiwa seseorang, baik jiwa pribadinya maupun jiwa-jiwa orang lain. Agama mengancam segala perbuatan yang berakibat pada kesengsaraan jiwa.

Dalam QS. Al-Baqarah Ayat 195, Allah SWT berfirman yang artinya, “…dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” Dalam konteks kasus Rizieq Shihab, apa yang dia lakukan dengan tidak mau memberitahu hasil usap dan bahkan, sebagaimana dilansir Kompas (21/04/2021), ia menghalang-halangi Tim Satgas untuk mengetahui hasilnya, adalah sebuah tindakan yang berlawanan dengan syariat Islam. Ia sudah berada dalam tataran bukan lagi akan menjatuhkan diri kepada kehancuran, tetapi juga mencakakan orang-orang lain dengan cara menularkan (jika ia positif Covid-19).

Apa yang dilakukan oleh Rizieq Shihab betapapun merupakan sebuah kelaliman, sebab berpotensi membahayakan banyak orang. Bukan hanya bagi diri, tetapi juga banyak orang, terlebih dia memiliki massa yang cukup banyak. Sedangkan dalam QS. Syura Ayat 42 disebutkan, ganjaran orang-orang yang lalim tidak lain hanya siksa Allah yang amat pedih. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” Sedangkan, vonis hukum empat tahun yang dilayangkan kepada Rizieq sudah sesuai dengan syariat Islam, yakni terdapat nilai-nilai penjagaan kepada jiwa (hifz an-nafs). Selain itu, vonis ini untuk menghindari musiba yang lebih besar lagi menimpa bangsa Indonesia. Sebab berusaha menghindari musibah juga merupakan aturan syariat Islam, dengan tujuan tidak banyak terjadi cilaka dan nestapa. []

Leave a reply

error: Content is protected !!