Urgensi Jihad Menolak Khilafah Bagi Bangsa Dan Agama

0
308

Sangkhalifah.co  ̶  Salah satu bentuk ajaran syariat Islam adalah perintah melakukan jihad. Jihad merupakan suatu kegiatan yang jika dilaksanakan secara benar dan sesuai tuntunan syariat akan mendapatkan pahala yang besar. Sementara perbuatan yang mengatasnamakan jihad namun berdampak pada timbulnya kekerasan dan kekacauan di ruang publik akan mendapatkan balasan siksa di akhirat. Contoh bentuk perbuatan kedua sebagaimana tindakan dan aksi terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh ISIS dan HTI. Yang, alih-alih mengatasnamakan jihad namun esensinya adalah mengotori kesucian agama, dari yang sebelumnya bersifat suci menjadi dipersepsikan oleh orang di luar Islam menjadi agama perang dan kekerasan. ISIS dan HTI, dengan jargon jihad mendirikan negara Islam khilafah tidak sama sekali mengandung unsur jihad, namun murni kekerasan, baik secara pemikiran maupun tindakan.

Apa yang dilakukan ISIS di Suriah dan Irak, seperti membunuh anak-anak karena kesalahan kecil, mencambuk di depan publik, menembak orang-orang yang tidak mau mengikuti nafsunya, adalah perilaku yang menjijikkan. Perilaku demikian persis dengan masa khilafah di mana ada banyak pembunuhan yang terjadi di masa kekhalifahan. Sebut misalnya Sayyidina Husein, cucunda Rasulullah, dibunuh dan dipotong lehernya oleh orang-orang yang mengatasnamakan Islam. Husein dituduh tidak menjalankan syariat Allah sehingga halal darahnya. Apa yang dilakukan oleh ISIS di negara-negara konflik seperti pengulangan sejarah kelam masa khilafah yang sarat akan pembunuhan, penikaman, dan pencabulan. Khilafah yang dipersepsikan oleh ISIS sebagai sistem terbaik dan islami pada faktanya hanya penuh dengan tumpahan darah orang-orang yang tak berdosa.

Apa yang diperjuangkan oleh HTI dan simpatisannya juga demikian. Sinyal kudeta yang pernah akan dilakukan oleh Hafidz Abdurrahman, sebagaimana menurut Dina Y. Sulaeman, adalah bukti bahwa HTI tidak memperjuangkan Islam. Sebab Islam mengaramkan perbuatan kudeta pemerintahan sah. Apa yang telah dilakukan oleh simpatisan HTI seperti mengolok-olok pemerintah, menghasut para pemimpin sah, dan mengkafirkan hasil ijtihad ulama Indonesia (Pancasila) adalah perbuatan yang jauh dari nilai-nilai Islam. Agaknya, para simpatisan HTI hanya ingin mengulang romantsime sejarah berdarah khilafah, yang sebagian para pemimpinnya gemar mengolok pemerintahan sah demi merampas pemerintahan yang disepakati pada zamannya itu.

Klaim bahwa ISIS maupun HTI memperjuangkan Islam dan jihad adalah fatamorgana. Etika dalam berjihad dalam Islam tidak boleh membunuh anak-anak, perempuan, dan tidak boleh ada unsur kebencian terhadap individu atau person tertentu. Sementara ISIS dan HTI sangat melekat dengan kepemilikan sikap dan sifat demikian. Apa yang dilakukan ISIS dan HTI hanyalah karena nafsu uang, kekuasaan, dan pemberontakan yang semuanya diframming atas nama agama. Masyarakat Muslim di Indonesia tidak boleh mudah terkeco dengan simbol yang didengungkan ISIS yang terlihat islami, namun sebetulnya hanya menjadi pancing untuk menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah umat. ISIS dan HTI sama sekali tidak memperjuangkan kemaslahatan umat, namun bertindak untuk nafsu sesaat.

Tugas sebagai seorang Muslim di Indonesia yang mayoritas bukanlah berjuang mendirikan negara Islam versi ISIS maupun HTI. Namun tugas sesungguhnya adalah jihad menolak khilafah di bumi Indonesia. Memperjuangkan khilafah bukanlah syariat Islam, sebab yang syariat adalah memilih Khalifah (pemimpin), bukan memperjuangkan sistem politik tertentu (khilafah).

Tugas mulia anak-anak Muslim Indonesia saat ini adalah menolak khilafah, tidak boleh nampak di manapun dan kapanpun. Sebab sebagian dari tujuan agama adalah terpeliharanya jiwa, sementara perilaku ISIS dan HTI dengan membunuh ataupun melecehkan pemerintahan yang sah merusak dan merendahkan posisi jiwa manusia yang seharusnya dijaga, bahkan dihormati, sebab jiwa seorang Muslim adalah mulia, bahkan ketika mereka sudah dikubur bersama tanah.

Urgensi jihad menolak khilafah bagi generasi bangsa adalah menjaga agama agar tidak dipolitisir oleh ISIS dan HTI atas nama Islam. Kaum milenial dapat berjihad dengan menolak khilafah melalui kampanye di media sosial untuk menolak sistem khilafah yang akan menimbulkan kekacauan di bumi Indonesia.

Jihad menolak khilafah menjadi salah satu alternatif bagi orang Islam ketika tidak dalam kondisi peperangan. Jika jihad dalam kondisi peperangan kita memerangi orang-orang kafir yang melecehkan Islam dan merendahkannya, maka jihad menolak khilafah adalah memerangi intimidasi dan framming khilafah sebagai sistem terbaik oleh ISIS dan HTI. Salah satu jihad dalam rangka memenuhi tuntunan syariat Islam di masa kini adalah bersungguh-sungguh menolak siapapun yang mencoba mengkampanyekan khilafah, yang pada esensinya hanya memperjuangkan kepentingan perut kelompoknya.

Selain itu, jihad menolak khilafah yang digentayangkan ISIS dan HTI melalui media ataupun melalui kajian-kajian adalah sebagai jihad mempertahankan negara Indonesia. Jika dulu KH Hasyim Asy’ari berjihad menolak penjajah yang hendak merebut negara Indonesia maka jihad sekarang adalah menolak khilafah ISIS dan HTI yang hendak merampas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rasulullah pun pernah mengingatkan umat Islam agar berjihad mempertahankan bangsanya agar dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan tenang tanpa halangan. Maka dalam konteks saat ini, perintah Rasulullah itu dapat diejewantahkan kembali di masa modern sekarang dengan menolak khilafah ISIS dan HTI yang hendak membuat ibadah dan pelaksanaan syariat Islam di Indonesia menjadi sulit. []

Leave a reply

error: Content is protected !!