Tiga Terduga Teroris, Polri: Penangkapan Sesuai Bukti Bukan Kriminalisasi

0
121

Sangkhalifah.co — Mabes Polri menegaskan bahwa penangkapan Ketum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Okbah dan Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ahmad Zain An Najah sesuai bukti-bukti yang didapati dan dimiliki Densus 88 Antitieror. Mabes Polri menyebut penangkapan pelaku teroris tidak melihat dari latar belakang pelaku dan bukan bentuk kriminalisasi.

“Tindakan-tindakan yang dilakukan Densus 88 AT tidak ada upaya-upaya untuk melakukan kriminalisasi kepada siapa pun, termasuk kegiatan Densus 88 yang dilakukan Densus 88 pada 16 November 2021 di Bekasi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rudi Hartono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (17/11/21).

Rusdi menambahkan apa yang dilakukan Densus 88 berdasarkan bukti dan petunjuk yang kuat. Penangkapan selalu menyertakan bukti dan keterangan petunjuk dari BAP sebelumnya.

“Apa yang dilakukan Densus merupakan proses yang panjang bukan proses insidentil belaka tapi hasil profiling dan pemantauan yang cuku lama. Sehingga apa yang dilakukan memiliki dasar yang kuat dan dapat dijaga legalitasnya, sehingga terduga ini bisa diamankan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabag Bantuan Operasi Densus 88 AT Polri Kombes Pol Aswin Siregar menyebut, kegiatan yang dilakukan oleh Densus 88 sebagai bentuk memprioritaskan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dia menegaskan, siapapun yang tergabung atau terafiliasi jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) akan berhadapan dengan hukum karena organisasi JI sudah dinyatakan terlarang.

“Kelompok JI ini kelompok terlarang berdasarkan putusan pengadilan. Jadi siapapun, seseorang yang berafiliasi atau beraktifitas bersama-sama kelompok JI melalui proses pembuktian akan berhadapan dengan penegakan hukum,” kata Aswin.

Tiga yang ditangkap tersebut, diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas jaringan terorisme JI. Selama ini, JI dicap sebagai salah satu kelompok atau jaringan terorisme global. Indonesia pun juga memasukkan jaringan tersebut sebagai kelompok terorisme. []

Leave a reply

error: Content is protected !!