Taat Pemerintah Wajib, Ikut Radikalisme-Terorisme Haram

1
215

Sangkhalifah.co — Sebagian orang yang tidak memiliki akal sehat mengklaim kalau ikut pada pemerintah adalah tindakan mengikuti taghut. Begitu juga dengan mendukung kegiatan Densus 88 dan kepolisian mengungkap jejaring radikalisme-terorisme yang dianggap sebagai dosa. Tetapi begitulah jika otak seseorang sudah waras. Upaya pemerintah memberantas kerusakan dianggap sebuah tipuan dan permainan. Usaha aparat pemerintah menumpas orang-orang yang akan membuat kerusakan di bumi Indonesia dianggap sebagai permainan politik belaka. Lihat saja saat Munarman ditangkap, banyak orang yang kehilangan akal menganggap penangkapannya sebagai permainan.

Islam memandang taat pada pemerintah yang sah adalah sebuah kemuliaan. Selain ditopang oleh bukti sejarah, teks-teks Islam juga banyak membuktikannya. Sehingga terlalu mengada-ada jika dikatakan taat pada aturan pemerintah sekarang adalah sebuah kesesatan jalan. Imam Abu Dawud dalam Musnasdnya pernah meriwayatkan hadits yang berbunyi: “sebaik-baiknya jihad adalah bersuara kepada pemimpin yang zalim.” Sebagian ulama mengatakan bahwa mafhum mukhalafah hadits ini adalah jihad yang juga paling utama yaitu taat kepada pemimpin yang adil yang memberikan kemaslahatan kepada masyarakat secara luas.

Abu Bakar At-Thahawi dalam karyanya Al-Aqidah At-Thahawiyah mengatakan, “Kami memandang tidak boleh bagi seseorang memberontak kepada pemimpin dan pemerintah, bahkan jika ia berbuat zalim. Kami tidak juga mendoakan pada hal-hal kejelekan. Kami juga memandang bahwa taat kepada pemerintah adalah sama dengan mentaati Allah yaitu sebagai kewajiban selama itu bukan sebuah kemaksiatan.” Bila menganalisa ini apa yang dilakukan oleh kelompok radikal seperti HTI, FPI dan simpatisannya yang selalu melawan pemerintah adalah tindakan melawan Allah, sebuah kemaksiatan yang tidak disadari.

Kewajiban taat kepada pemerintah merupakan adalah sebuah keniscayaan bila terus membawa kemaslahatan. Al Habib Abdullah Ibn Alawy pernah menegaskan “bahwa jika seseorang pemimpin membawa kemaslahatan untuk rakyat, bersungguh-sungguh dalam memberi perhatian mereka, dan mempunyai kinerja yang bagus maka rakyat harus menjaga dan mendoakannya serta harus memujinya.” Kalau kita melihat apa yang sudah dilakukan pemerintah, seperti memberi bantuan ketika ada bencana, menumpas terorisme, menyantuni orang-orang yang kekurangan dalam segi ekonomi, pendidikan, semuanya merupakan sebuah kemaslahatan. Sehingga wajib hukumnya kita sebagai orang beragama untuk taat pada pemerintah.

Sementara itu, ikut pada apa yang dilakukan kelompok radikal dan teror adalah sebuah tindakan haram, sebab akan menimbulkan kemadhorotan. Terorisme sendiri sebagaimana kita tahu adalah tindakan membuat ketakutan kepada masyarakat dengan melakukan tindakan radikal dan teror seperti bom bunuh diri dan keributan yang bisa banyak menimbulkan banyak korban. Tindakan seperti ini merupakan larangan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Mumtahanah Ayat 8: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Mengapa yang dilakukan teroris ini tindakan yang bertentangan dengan Al-Qur’an ayat di atas? Sebab apa yang dilakukan pelaku teror adalah tindakan tidak berbuat baik dan tidak adil kepada orang-orang yang tidak mengganggu agama dan mengusir dari negerinya. Apalagi apa yang dilakukan gerakan teror dan radikal adalah tindakan menakutkan yang berpotensi banyak melukai banyak orang yang tidak berdosa. Mengerikannya lagi, dalam salah satu hadits yang disebutkan oleh Imam Al-Bukhari, bahwa orang yang membunuh orang lain yang memiliki janji dengan orang Islam maka tidak akan pernah mencium bau surga walau sebetulnya baunya itu bisa dicium dalam jarak 40 tahun.

Islam adalah agama yang ramah dan rahmah. Tidak ada ajarannya yang mendukung tindakan melawan kepada pemerintah yang sah dan tidak satupun teks ajarannya yang mendukung tindakan radikalisme-terorisme sebagaimana dilakukan oleh ISIS, HTI ataupun oleh FPI. Melalui artikel pendek ini ditegaskan bahwa ikut dan taat pada aturan pemerintah adalah sebuah kewajiban. Sedangkan mengikuti apa yang dilakukan gerakan radikal dan teror dengan mengebom dan membuat ketakutan merupakan sebuah tindakan haram. Sebab hanya akan mendatangkan bahaya yaitu terbunuhnya orang-orang yang tidak berdosa. [Eep]

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!