Syekh Adnan Wafat, Najih Arromadloni: Dunia Kehilangan Sang Rekonsiliator

1
269

Sangkhalifah.coNajih Arromadloni menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ulama tersohor di Qudsia Provinsi Damaskus, Mufti Agung Damaskud, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni yang wafat, pada Kamis (22/10), setelah mobilnya meledak akibat bom yang dipasang oleh kelompok teroris.

“Kami sebagai muridnya, sangat berduka atas wafatnya Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni. Syeikh Adnan adalah sosok ulama yang mempunyai peran sangat penting dalam proses rekonsiliasi konflik di Suriah. Beliaulah ulama yang turun langsung mengislahkan pihak-pihak yang bertikai,” tutur Najih di Jakarta saat dihubungi pihak Media Sangkhalifah.co, Jum’at (23/10).

Ia menuturkan, syahidnya beliau menambah deretan nama-nama ulama yang diserang secara keji dan biadab oleh kelompok teroris yang mengatasnamakan Islam dan agama.

“Beliau ulama yang mendapatkan kepercayaan, baik dari pemerintah maupun oposisi, karena integritasnya yang tinggi. Beliau juga termasuk ulama yang sangat dekat dengan umat Islam Indonesia, mempunyai ratusan murid di Indonesia, melakukan serangkaian kunjungan rutin ke Indonesia semasa menjadi mufti Provinsi Damaskus, mewanti-wanti agar jangan sampai apa yang menimpa negaranya terjadi pula di Indonesia,” sambung Najih yang juga Adviser CRIS Foundation.

Menurut Pengajar di Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum, Lumpur Losari Brebes bahwa sosok Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni memiliki kedekatan dengan ulama-ulama Indonesia dan terus menjalani hubungan baik lintas kelompok dan organisasi.

“Beliau juga mempunyai kedekatan dengan ulama-ulama Indonesia, terutama Habib Luthfi bin Yahya, Anggota Wantimpres RI dan ketua Jamiyah Toriqoh Mutabarah al-Nahdliyah (JATMAN),” tegasnya.

Najih juga mengecam tindakan keji dari kelompok radikalis-teroris ini. dimana syahidnya beliau mengingatkan pada kita bahwa perjuangan melawan radikalisme dan terorisme masih panjang.

“Perlawanan terhadap kaum Khawarij modern dan turunannya adalah jalan hidup para ulama, dari generasi sahabat hingga periode kita sekarang ini. Semoga dilipatgandakan segala kebaikannya, dikumpulkan bersama para pendahulunya di surga firdaus-Nya,” lanjutnya.

Sosok sang rekonsiliator ini menurut Najih adalah pengawas umum dari Pusat Islam Internasional Al Sham yang melawan aksi dan pemikiran terorisme.

“Perjuangan kita di Indonesia belum usai. Begitu pula menjadi pemadam kebakaran dan melanjutkan perjuangan para ulama-ulama dunia dalam melawan gerakan radikalisme, ekstremisme dan terorisme yang tidak dibenarkan agama harus kita teruskan,” tutupnya. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!