Sikap Resmi Media Sangkhalifah.co Tentang Aksi Brutal Dari Kelompok Intoleran Di Solo

1
380

Sangkhalifah.co — Indonesia saat ini menghadapi ragam ujian. Salah satu ujian negara ini adalah masih adanya kelompok intoleran, radikal dan teroris yang terus membuat pertikaian dan perkelahian antar sesama warga negara dan menindas orang-orang yang tidak bersalah. Disatu sisi mereka berpelukan dengan kelompok yang anti Pancasila dan anti demokrasi. Kelompok ini tidak saja menyasar pada aspek keagamaan, tapi menyasar aspek kenegaraan. Kelompok-kelompok tersebut dalam pandangan ajaran agama telah keluar dari visi dan orientasi kenabian.

Intoleransi dan aksi brutal yang disertai teriakan takbir kembali terjadi di kediaman Almarhum Segaf Al-Jufri, yang bertempat tinggal di Jl. Cempaka Putih No. 81 Kp. Mertodranan RT 01 RW 01 Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Kejadian ini terjadi pada tanggal 8 Agustus 2020 malam.

Penyerangan dilakukan pada momentum Midodareni, yang merupakan salah satu tradisi lama lama dalam masyarakat Jawa untuk mempersiapkan hari pernikahan. Gerombolan radikal tersebut memaksa pihak tuan rumah membubarkan acara sembari berteriak: “Syiah bukan Islam dan darahnya halal”.

Syiah merupakan salah satu mazhab teologi dalam Islam yang diakui keberadaannya selain Sunni. Di Indonesia, Syiah termasuk kelompok minoritas yang rentan mendapak tindakan diskriminatif dan perlakuan sewenang-wenang dari kelompok intoleran dan ekstrim. Penyerangan tersebut menambah deretan hitam kasus intoleran di Indonesia. Dimana periode 2018 sampai 2019 saja ditemukan 30an kasus intoleransi di Indonesia, yang mayoritasnya adalah pelarangan ibadah (ritual keagamaan).

Media Sangkhalifah.co menyatakan sikap tegas sebagai berikut:

Pertama, mengecam tindakan penyerangan dan mengutuk keras aksi brutal di Pasar Kliwon karena bertentangan dengan spirit agama dan Pancasila. Dimana Indonesia menjamin adanya kebebasan beraktivitas, selama tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebab itu, penyerangan ini tidak dibenarkan atas alasan apapun.

Kedua, meminta secara tegas pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyerangan tersebut sesuai hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Pihak kepolisian harus menghukum dengan yang setimpal dan bersifat jera guna tidak terjadi lagi kasus serupa dan sejenis.

Ketiga, meminta pemerintah setempat untuk melindungi kebebasan beraktivitas dan menjamin keamanan warga negara, khususnya kepada kelompok minoritas. Pemerintah harus menjamin keamanan setiap warga tanpa alasan apapun.

Keempat, meminta seluruh elemen masyarakat, civil society dan lembaga keagamaan untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap yang berbeda keyakinan. Indonesia adalah negara majemuk yang didirikan tidak oleh satu agama semata; dalam hal ini Islam. Agamawan dan negarawan terus mensosialisasikan pentingnya sikap toleransi dan kasih sayang dalam beragama.

Demikian sikap resmi Media Sangkhalifah.co dibuat dengan penuh kesadaran. Salam Pancasila!

Depok, 11 Agustus 2020

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!