Sibuk Pandemi, Aksi Terorisme Bersemi

0
129

Sangkhalihfa.co — Alih-alih dunia tengah di sibukkan dengan dampak pandemi. Baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga sektor lainnya semua terdampak. Sudah hampir dua tahun lamanya wabah ini melanda dunia. Berbagai macam aturan pun sudah dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pencegahan virus Covid-19 ini.

Namun di tengah pandemi seperti ini juga, aksi-aksi terorisme tetap dengan prima bekerja sebagaimana mestinya. Memang ada sedikit penurunan sebab adanya pemberlakuan lockdown upaya mereka sedikit terbatasi, karena tidak bisa mempengaruhi masyarakat secara langsung. Akan tetapi masih banyak cara yang yang bisa dilakukan untuk tetap menyebarkan ajarannya.

Dari tahun lalu hingga hari Jum’at 9 juli 2021 berita aksi terorisme terus bermunculan. Setiap orang ternyata tidak hanya fokus menghadapi pandemi, sebagian golongan juga ada yang memanfaatkan kelengahan masyarakat untuk diberi dan di provokasi akan pemahaman radikal yang sangat ekstrim higga melukai sesama.

Berita yang muncul yaitu mengenai provokator yang menyebarluaskan lewat WA group dengan melontarkan semangat berperang melawan negara atas nama agama. Isi dari diskusi WA group teresebut tidak lain membahas Islam garis keras dan ekstrim radikal yang bertujuan mendirikan khilafah islamiyah. Akibat postingannya yang mendeklarasikan aka menyerang dan mengebom Polres Pemalang, kantor Samsat Pemalang dna gedung parlemen. Akhirnya pergerakan group WhatsApp tersebut di lacak Densus 88 dan pelaku pun di tangkap.

Motifnya masih sama selalu membawa-bawa agama dalam ajarannya. Tentu ini yang selalu mengotori pemahaman orang awam akan agama Islam. padahal Islam sendiri tidak  pernah mengajarkan hal demikian. Kita tahu Islam lahir dibawa oleh Nabi yang lembut perangainya, sopan nan santun, serta memiliki jiwa toleransi yang tinggi bahkan terhadap musuhnya sekalipun.

Dilihat ke belakang ajaran Rasulullah yang sangat mulia. Ketika beliau selalu memberi makan orang buta yang selalu menghina nya. Bukan balik memusuhi, malah diberi makan. Lantas masih pantaskah bahwa ajaran terorisme bahkan ekstrimisme mengatasnamakan Islam? hanya sekelompok orang yang gagal memahami ajaran Islam sesungguhnya. Apalagi masih berdalih dengan “jihad” yang sudah sangat jelas definisinya.

Bahkan pada zaman Nabi pun ketika perang, beliau akan menyuruh perang jika ada yang memusuhi Islam bahkan menghina Islam. Rasul tidak pernah menganjurkan memerangi kaum yang tidak mengusik ketenangan dunia Islam. Dan hal ini yang banyak di salah pahami para penganut paham radikal yang akhirnya mengatasnamakan agama Islam. Apalagi sampai merasa dirinya paling benar, paling baik.

Oleh karean itu, cerdiklah dalam bermedia sosial dan kita yang masih diberi pemahaman yang sehat dan mengerti ajaran Islam harus selalu waspada dan terus mengedukasi diri. Mencoba terbuka dalam cara pandang terhadap perbedaan tanpa merasa diri paling benar, agar bisa membentengi diri dari kekeliruan menilai perbedaan. [Syfa Fauziah]

Leave a reply

error: Content is protected !!