Sel Tidur & Penyamaran Anggota Teroris Menjadi Orang Biasa

3
206

Sangkhalifah.co — Sel Tidur adalah operasi yang menyusup ke tengah masyarakat, tetap tidak aktif sampai kelak diaktifkan oleh sinyal komando yang telah diatur sebelumnya. Ia terdidik untuk menghindari deteksi kontra-intelijen dan pasukan keamanan. Operator tersebut ditugaskan untuk melakukan tindakan sabotase atau mengumpulkan data intelijen jika perang meletus. Tetapi sampai aktivasi, tugas agen tidur tidak melakukan apa pun selain berbaur dengan masyarakat.

Ada bahaya besar jika membenamkan sel tidur terlalu lama di tengah masyarakat. Pelaku harus siap secara mental untuk menghadapi kehidupan yang monoton selama bertahun-tahun tanpa terlibat dalam aksi operasional yang akan dilakukan. Ada kekhawatiran sel tidur akan mengalami disloyalitas jika terlalu lama membaur dengan masyarakat. Dalam dunia terorisme, loyalitas keanggotaan dan rekoneksi jaringan wilayah biasanya dijaga dengan kegiatan rutin seperti pelatihan militer.

Namun dari kegiatan seperti itulah petugas keamanan justru melakukan “penciuman”. Ketika penangkapan dilakukan, seringkali banyak tetangga yang heran, karena terduga teroris biasanya dikenal sebagai orang biasa dengan rutinitas normal. Yang jelas petugas tentu saja tidak asal comot, mereka ditangkap berkat hasil pengembangan. “Surveillance” berbulan-bulan telah dilakukan, dan mereka ditangkap satu persatu untuk memutus mata rantai sebelum aksi teror dilakukan. Pihak keamanan tidak mau kecolongan dan kalah cepat oleh sinyal komando sang Amir.

Orang awam selalu merasa aman-aman saja, karena teroris biasa bergerak di bawah permukaan. Tapi petugas keamanan justru bangun ketika kita tidur, mereka tak pernah diam. Mereka menyerang sebelum bertahan, dan bertahan sebelum diserang. Mereka menindak sebelum teroris beraksi, dan mencegah sebelum orang menjadi teroris.

Cegah dan tindak dilakukan secara proporsional, dengan porsi pencegahan lebih dominan—inilah bagian dari “democratic policing” itu. Penangkapan oleh Densus 88 belakangan ini adalah menyasar para sel tidur. Jadi jangan heran jika mereka yang ditangkap kesehariannya dikenal sebagai tukang bekam atau penjaga kos-kosan. []

*Islah Bahrawi, Ketua Yayasan Sinergi Moderasi Nusantara

3 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!