Sebarkan Rahmat dan Kebaikan Ramadhan untuk Semua Manusia

0
239

Sangkhalifah.co — Bulan suci Ramadan adalah bulan suci dan mulia di mana Allah melimpahkan rahmat dan ampunan kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, umat Islam di seluruh dunia berlomba memperbanyak ibadah di bulan Ramadan agar mendapatkan rida dan ampunan dari Allah atas segala kesalahan dan dosa.

Selain memperbanyak ibadah kepada Allah, umat Islam juga berlomba-lomba melakukan kebaikan kepada sesama manusia di bulan Ramadan. Pahala kebaikan yang dilakukan orang yang sedang puasa ramadhan dilipatgandakan. Melakukan kebaikan pada sesama adalah ejawantah dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Di dalam situasi ketika kita berpuasa Ramadan tersebut, di mana kita makin giat beribadah dan berbuat baik kepada sesama, itu akan berimplikasi kepada orang-orang lain, bahkan yang tidak berpuasa. Saudara-saudara kita yang tidak puasa pun ikut merasakan kebaikan dari orang-orang yang berpuasa.

Ibadah puasa mengharuskan kita menahan hawa nafsu, termasuk menghindari berbohong, benci, fitnah, berkata buruk, emosi, amarah, dan kasar. Puasa yang benar mengajari kita berkata secara lemah lembut, penuh pengertian, dan penuh keramahan. Jadi, orang-orang yang berpuasa Ramadan akan berusaha bersikap baik kepada sesama, sehingga akan berdampak positif pula bagi terciptanya keharmonisan sosial.

Sebaliknya, berpuasa jangan sampai membuat kita justru menjadi umat yang arogan dan berbuat seenaknya kepada orang atau kelompok lain. Menjalankan ibadah puasa jangan sampai membuat kita merasa tinggi hati, sombong, dan mudah mendiskreditkan orang lain yang tidak berpuasa.

Ketika kita mengontrol diri dari segala perkataan dan perbuatan buruk, karena sedang berpuasa Ramadan, otomatis orang-orang di sekitar kita juga akan menjadi lebih respect atau menghormati kita. Bahkan, saat kita sedang berada di situasi yang memancing emosi, karena ingat sedang puasa, kita meredam emosi tersebut. Sehingga, potensi terjadinya pertikaian dan pertengkaran dengan sesama menjadi bisa diredam.

Ramadan memancarkan kebaikan dan keindahan lewat laku, sikap, dan ucapan orang-orang yang menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh penuh ketakwaan. Kebaikan dan keindahan Ramadhan tercipta dari sikap santun, tutur kata lembut, dan perbuatan baik orang-orang yang sedang berpuasa, yang kemudian akan menular dan berdampak positif bagi terciptanya kerukunan dan keharmonisan kehidupan bersama.

Jika demikian yang terjadi, maka bulan Ramadan akan benar-benar menjadi rahmat dan kebaikan bagi semesta. Semua orang, baik yang berpuasa maupun yang tidak, bisa benar-benar merasakan kebaikan dan indahnya bulan suci Ramadhan. Jadi, semua bahagia saat bulan Ramadhan tiba. Persaudaraan menguat dan perdamaian pun akan tercipta.

Akan tetapi, harus diakui bahwa tidak semua orang yang menjalankan ibadah puasa bisa benar-benar menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan menjadi rahmat bagi semua. Ada orang-orang yang belum bisa menghindari perkataan, sikap, dan perbuatan negatif yang bisa mengurangi, bahkan membatalkan ibadah puasa.

Agar puasa kita bisa benar-benar membawa rahmat dan kebaikan bagi semua, kita harus memperhatikan hal-hal berikut.

Pertama, bersikap dan berperilaku santun. Jelas, sikap dan perilaku kita mencerminkan sejauh mana kedalaman atau kesungguhan ibadah puasa Ramadan kita. Semakin dalam penghayatan kita terhadap ibadah puasa kita, maka semakin santun pula sikap dan perilaku kita kepada orang lain. Orang yang berpuasa akan menghindari sikap dan perilaku sombong, kasar, intoleran, dan radikal.

Kedua, berkata baik. Puasa akan melatih kita untuk berkata yang baik atau diam. Orang yang berpuasa akan berusaha menghindari perkataan buruk, kasar, apalagi bohong atau fitnah. Berkata baik kepada sesama adalah bentuk pengamalan ibadah puasa yang bisa memancarkan kebaikan kepada sesama.

Ketiga, peduli pada sesama. Orang yang berpuasa sudah semestinya menjadi lebih peka, peduli, dan empati kepada sesama, terutama pada orang-orang yang sedang membutuhkan. Kita tahu, puasa adalah media belajar merasakan kelaparan dan dahaga, sehingga melatih diri kita merasakan penderitaan orang lain yang selama ini mungkin tidak kita sadari.

Ketika kita lebih peka dan berempati kepada sesama yang sedang kesusahan, maka akan tumbuh sikap peduli dalam diri kita. Berpuasa kemudian melatih pikiran menjadi lebih tajam dan perasaan kita lebih peka. Dari sana, akan tumbuh dalam diri kita sikap peduli dengan orang-orang sekitar.

Ramadhan bukan hanya bulan miliki umat Islam. Ramadan harus bisa menjadi bulan milik bersama, seluruh umat manusia. Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, sehingga ibadah puasa Ramadan—sebagai salah satu ajaran agama Islam—juga sudah semestinya menjadi rahmat bagi semua atau semesta. Maka, jadikanlah puasa kita sebagai rahmat bagi sesama. Cara mewujudkannya, tentu adalah dengan terus menjaga akhlak baik kepada sesama. [Al-Mahfud]

Leave a reply

error: Content is protected !!