Santri Indonesia: Menjunjung Tinggi Pancasila

3
292

Sangkhalifah.coAllahuakbar, sebuah kalimat takbir yang menjadi seruan bangkitnya para santri dalam resolusi jihad tahun 1945, saat sekutu berusaha menguasai Indonesia kembali pasca proklamasi kemerdekaan. KH Hasyim Asy’ari sebagai dalang perjuangan adalah bukti lahirnya santri-santri nasionalis yang menjunjung tinggi nilai-nilai patriot bangsanya. Berangkat dari kaum sarungan, lahirlah peristiwa heroik pada tanggal 10 November saat arek-arek Suroboyo melawan pasukan Netherlands-Indies Civil Administration (NICA).

Pada perkembangannya, bertambahnya pesantren diberbagai pelosok negeri, baik tradisional hingga modern. Maka perlunya penanaman ideologis normatif kepada santri yang bertujuan untuk mengekspresikan norma-norma nasional, seperti Pancasila. Menurut sistem pendidikan ialah untuk memperluas dan memperkuat wawasan nasional peserta didik. Dalam kerangka ini, pendidikan umum diluar materi keislaman sangat perlu guna menumbuhkan kesadaran akan berbangsa dan bernegara bagi setiap individu santri.

Nurcholish Madjid menjelaskan secara historis pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia. Keberadaan santri yang lekat akan ilmu Islam klasik tidak lantas menghilangkan wajah aslinya sebagai penduduk muslim Indonesia. Santri berkewajiban menyampaikan agama kebenaran di tengah-tengah masyarakat dan menyerukan nilai-nilai kebangsaan.

Baca: Santri: Garda Terdepan Dalam Mengawal Pancasila

Dapat dipahami bahwa saat ini banyak dari pesantren salaf yang secara bertahap memberi respon terhadap tuntutan kebutuhan masyarakat. Hal itu karena pesantren merupakan kawah candradimuka bagi para santri sebelum benar-benar diterjunkan ke medan pertempuran. Artinya, santri yang memiliki dasar akan pengetahuan ilmu agama juga perlu memberikan kontribusi lebih terhadap kemajuan suatu bangsa. Maka, tidaklah heran jika banyak dari lulusan pesantren juga memberikan peran penting di setiap bidang yang ada.

Sebagai santri yang membingkai dirinya akan dua peran sekaligus; terlibat dalam pendidikan pesantren juga mengikis kebekuan di level pemerintahan. Santri hadir sebagai bagian dari pahlawan kemerdekaan, kemanusiaan, dan simbol perlawanan terhadap kelompok yang mencederai agama, bangsa dan negara. Dapat dikatakan, santri adalah salah satu lumbung kekuatan bangsa Indonesia. Disini bentuk apresiasi saat presiden Joko Widodo meresmikan Hari Santri Nasional yang dinisbatkan pada Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 silam.

Jauh daripada itu, pandangan dan pemikiran kritis para santri menjadi penting dalam pembangunan Indonesia kedepan. Sehingga keberadaan santri terus memberikan manfaat bagi setiap kehidupan baik secara pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

*Nur Cholisuddin Hafazah

3 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!