Salah Dalam Mencari Guru, Bisa Keliru Dalam Beragama

0
425

Sangkhalifah.co — Tuhan telah menghadirkan manusia ke muka bumi bukan tanpa sebab. Sejatinya Tuhan memerintahkan seorang hamba untuk beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu, media untuk mendapatkan itu semua dengan jalur agama. Kita tahu agama di muka bumi ini bermacam-macam, akan tetapi masing-masing pengikutnya memiliki alasan tersendiri terhadap pilihannya.

Islam memang selalu megalami pasang surut dalam perkemabangannya, kita tahu pada saat Rasul wafat semua umat sedih dan sempat ada sebagian umat kembali lagi ke zaman sebelumnya mengenal Allah. Kemudian Islam berkembang kembali oleh tangan pembaharu pada masa Dinasti Abasiyah hingga lahirlah berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan.

Banyak sekali permasalahan yang hadir dalam dunia Islam. Yang lebih sulit dihadapi adalah permasalahan dari dalam Islam itu sendiri. Sekarang Islam tidak lagi memerangi kaum kafir atau Non-Islam, sesama muslim pun saling bersikukuh beradu pendapat antara aliran satu dengan aliran yang lainnya. Hal inilah yang menyebabkan Islam tidak berkembang secara kualitas, sebab selalu berkutik dalam beda cara pandang saja.

Sebetulnya berbeda cara pandang tidak menjadi persoalan yang serius, karena sejak zaman Rasul pun adu argumen itu hal yang biasa. Hanya bedanya pada zaman Nabi kita bisa bertanya langsung atas kebenaran dari beberapa sudut pandang tersebut. Dan sekaran zaman dimana Nabi sudah tidak ada lagi masing-masing aliran keukeuh menganggap dirinya yang paling benar, paling salih, dan paling diakui oleh Nabi Muhammad SAW.

Munculnya ketegangan dalam cara pandang ini sangat berdampak pada sosial kemanusiaan dalam beragama. Khusunya di Indonesia, adanya paham terorisme yang mengatasnamakan Islam ini membuat pandangan umat Non-Islam terhadap Muslim adalah sekelompok orang yang penuh teror, padahal Islam sama sekali tidak mengajarkan paham tersebut. Namun hal ini bisa terjadi dengan beberapa kemungkinan. Ada kaum teroris yang mengatasnamakan Islam, ada juga sekelompok teroris yang lahir Islam dengan catatan mereka tidak mengetahui konsep Islam yang sesungguhnya.

Kemungkinan kedua inilah yang menjadi peluru bagi umat Islam sendiri. Hal ini bisa terjadi karena kelirunya Muslim dalam memilih guru maupun ilmu pengetahuan tentang keagamaan. Sebab zaman sekarang banyak sekali di media sosial yang menyandang gelar ustadz dengan menyuguhkan pemahaman-pemahan yang keliru hingga menyesatkan. Oleh karena itu ini adalah catatan penting bagi kaum Muslim agar mengenal Islam seutuhnya.

Kenalilah Islam dengan landasan yang betul dibarengi dengan guru yang sudah diketahui kualitasnya, minimal kita tahu sumber yang diberikan oleh guru kita. Mengetahui lebih lanjut dengan tunjangan-tunjangan buku keagamaan yang sudah terpercaya dan mengenal lebih tokoh alim ulama yang sudah diketahui jelas kualitasnya. Agar kita tidak sekedar ikut-ikutan saja. [Syfa Fauziah]

Leave a reply

error: Content is protected !!