Radikalisme; Kepingan Neraka yang Tak Boleh Dibawa ke Surga Indonesia

1
584

Sangkhalifah.co — Sampai hari ini sebagian orang yang mengaku beragama Islam memilih hidup dengan bertikai dengan mereka yang tak sepaham. Mereka memilih berperang dan mengucilkan siapapun yang tidak sejalan dengan pemikirannya. Adalah kelompok radikal dan teror, kelompok manusia yang mengaku-ngaku beragama namun dengan cara-cara kekerasan, memaksa, dan penuh kebencian. Atas nama Islam mereka menelikung prinsip-prinsip agama Islam yang sarat perdamaian. Eksistensinya merugikan banyak pihak, seolah kepingan neraka yang tak diinginkan oleh siapa pun manusia yang berakal.

Kepingan neraka itu telah memporak-porandakan dunia Islam, terutama dunia Arab. Ribuan bahkan jutaan manusia tak berdosa dibunuh dengan cara disiksa karena alasan tidak mengikuti keyakinan kelompok teror. ISIS adalah salah satu dari sekian kelompok radikal-teror yang menjadi kepingan neraka di dunia Arab. Sudah tak terhitung korban nyawa di Suriah, Palestina, Yaman, Irak, dan negara Islam lainnya. Perang saudara sesama muslim tidak bisa dihindari hingga hari ini. Anak kecil dan perempuan dibunuh hanya karena alasan tidak mengikuti nafsu kelompok teror. Di Indonesia, belom lama kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali mengemuka. Memang beberapa telah ditangkap Densus 88. Namun pasti sel-selnya masih tersebar di berbagai sudut negeri. Mereka siap membuat kekacauan.

Apa yang dilakukan oleh kelompok teror dan radikal bukan lain kecuali karena ego, sama sekali bukan karena agama. Kepentingan sesaat dan hawa nafsu yang tak terkendalikan menjadikan kelompok teror seperti MIT, ISIS, HTI, melakukan tindakan radikal. Padahal jika kita menengok firman Allah dalam QS. Al-Hujurat Ayat 13:

Wahai manusia! Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.

Para mufasir Al-Qur’an memberi komentar atas ayat Al-Qur’an di atas, bahwa penggunaan kata “inna; sesungguhnya” yang dalam Bahasa Arab bermakna ‘menguatkan’. Maksudnya, keragaman dan perbedaan adalah keniscayaan dan harus sungguh-sungguh dilakukan oleh umat Islam. Persaudaraan harus dikuatkan dan pertikaian harus dikesampingkan. Manakala ada sekelompok orang yang mengaku Islam tetapi lebih memilih hawa nafsunya daripada misi Al-Qur’an, mereka sesungguhnya sedang menafikan eksistensi firman Allah. Mereka sedang berusaha mengalahkan firman Allah. Namun pada dasarnya keimanan mereka rapuh, tertutup oleh gumpalan nafsu yang membara.

Ahmad Syafi’i Ma’arif menegaskan, dalam skala yang lebih kecil, penyebab adanya sekelompok orang Islam yang menyebabkan terjadinya perbelaan antar sesama umat Islam tidak lain karena tiga faktor di atas yaitu ego, kepentingan, dan hawa nafsu. Ironisnya, semuanya itu tidak lain selalu ditutup-tutupi dengan dalil-dalil agama yang dikutip tanpa rasa tanggung jawab. Alangkah sulitnya menundukkan egoisme kelompok radikal dan teror ini kepada pesan wahyu. Kepingan neraka inilah yang menjadi sebab peradaban Islam berada di buritan. Mereka yang telah menjadikan Islam sebagai agama yang menyedihkan, penuh kelemahan.

Pada ayat Allah yang lain yaitu QS. Al-Hujurat ayat 10, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Jika kita cermati, ayat Al-Qur’an ini didahului kata “innama; hanya” yang dalam bahasa Arab bermakna hasyr; membatasi. At-Thabari dalam tafsirnya menyatakan bahwa umat Islam seluruhnya tidak lain kecuali harus bersaudara. Titik. Tidak boleh ada perpecahan dan pertikaian satu dengan yang lainnya.

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar memberikan penegasan dengan apik. Bahwa, jika seseorang sudah tumbuh iman dengan benar di hatinya, tidak mungkin mereka akan bermusuhan, menyakiti satu sama lain. Jika masih melakukan itu, dipastikan karena salah paham atau salah terima. Maka sebagai umat Islam yang moderat harus terus mengkampanyekan ayat-ayat suci ini dengan pendekatan yang damai dan mendamaikan. Kepingan neraka tidak diinginkan oleh siapapun, karena keberadaannya hanya akan memperkeruh suasana persaudaraan antarumat dan antarbangsa. Tolak kepingan mereka tumbuh di surga Indonesia!. [Lufaefi]

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!