Purnawirawan TNI: FPI dan Khilafahisme Ancam Pancasila

1
628

Sangkhalifah.co — Saat ini, Pancasila sedang diancam oleh tiga kutub ideologi dunia yang sangat berbahaya. Ketiganya itu adalah ideologi liberal-kapitalis dari Barat, komunis-kapitalis dari Timur, dan khilafahisme dari Timur Tengah.

“Khilafahisme yang berasal dari Timur Tengah itu juga melanda Indonesia,” ungkap Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD, Letjen (Purn) Bambang Darmono, dalam webinar series ke-28 yang diselenggarakan Media Sang Khalifah, pada Sabtu (5/12) pagi.

Ia menyebut bahwa pada 2008 dan 2013, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pernah menggelar Apel di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Faktanya, lanjut Bambang, perkembangan HTI di Indonesia menjadi sangat pesat.

“Kita juga tahu ada Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang hari ini sedang dikejar-kejar pemerintah untuk dibasmi. Ada juga Mujahidin Indonesia Barat (MIB) yang pimpinannya juga sudah tertangkap,” ungkapnya.

Itu semua, kata Bambang yang juga Pendiri IDESSS, dimaksudkan untuk menyebarluaskan pengaruh ideologi Islam ekstremisme ke dalam Indonesia. Dengan demikian, Front Pembela Islam misalnya, juga tidak terlepas dari ideologi ekstrem itu.

“Oleh karena itu banyak faksi yang melakukan dan mengimpor ideologi-ideologi garis keras ini (termasuk FPI) ke Indonesia yang semuanya mengancam Pancasila,” tegasnya.

Bambang menjelaskan bahwa khilafahisme itu masuk ke dalam negeri dengan berlindung pada Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka mengandalkan kebebasan berbicara, berserikat, berkumpul, dan mengemukakan pendapat atas dasar HAM.

“Ketika HAM telah dimaknai oleh kebebasan tanpa batas, bahkan menabrak hak-hak orang lain, maka sesungguhnya kebebasan di Indonesia itu adalah kebebasan yang naif buat kita semua,” katanya.

“Kesimpulannya, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara telah terancam bahkan telah terintervensi oleh tiga ideologi besar. Salah satunya adalah khilafahisme dari Timur Tengah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selain Bambang Darmono hadir pula pembicara yang lain. Di antaranya adalah Co-Founder CICSR Muhammad Makmun Rasyid, Kepala Kajian Syariah Islam di Sanad Media Gus Ahmad Hadidul Fahmi, dan Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Nasrulloh Afandi. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!