Polisi Menghukum Polisi

0
167

Sangkhalifah.co — Ada pertanyaan klasik yang pernah muncul dari bangsa Romawi yang jawabannya akan berbeda dari setiap bangsa di dunia; “quis custodiet ipsos custodes?”–siapa yang akan menghukum penegak hukum?

Dalam konteks kepolisian, ini tidak bisa dijawab secara sederhana. Heather MacDonald menulis dalam bukunya “The War on Cops”; perlawanan kepada polisi bisa terjadi karena mereka dianggap terlalu kuat, atau justru karena dianggap terlalu lemah. Ada takaran yang betul-betul harus seimbang dan terukur.

Di Amerika pada tahun 2015, Obama secara agresif menuntut kepolisian untuk segera melakukan reformasi setelah ditemukan banyak pelanggaran. Kepolisian federal kemudian melakukan intervensi. Hasilnya, petugas kepolisian di beberapa wilayah mengalami ketakutan dalam penegakan hukum akibat terlalu hati-hati selama intervensi. Situasi ini diperparah dengan sikap masyarakat yang memprovokasi dan melecehkan wibawa polisi di saat aktivitasnya sedang dipantau. Akhirnya penanganan pelanggaran pidana mengalami penurunan.

Kita tentunya semua sepakat, polisi nakal harus ditindak. Yang menjadi masalah adalah ketika penindakan ini menimbulkan rasa cemas bagi yang lain. Untuk suatu profesi dengan kepangkatan berjenjang seperti polisi, satu kesalahan fatal bisa membuat runyam selama masa kerjanya. Kehati-hatian bagi polisi memang penting, tapi bagaimana pun menjadi polisi harus siap sebagai “risk taker”. Terlalu berhati-hati dari intervensi akan membuat polisi jadi “safe player”.

Mereposisi “Guard the guardians” dalam lembaga kepolisian tidak pernah mudah. Polisi adalah manusia biasa. Menghukum polisi harus mengacu kepada norma kolektif; pembiaran terhadap polisi nakal tentu akan menimbulkan “distrust”, tapi menghukum polisi secara masif juga akan menghilangkan “dignity” kepolisian. Harus ada keseimbangan kualitatif dan kuantitatif yang terukur.

Dan satu hal penting; marwah polisi adalah bagian dari wibawa hukum. Jika polisi dilecehkan, maka hukum juga tidak akan dihargai. Suatu saat orang akan melanggar hukum sembari memaki polisi, dan polisi bisa jadi diam karena khawatir “disemprit” – kejadian begini jelas yang bukan kita mau.

*Islah Bahrawi, Direktur Jaringan Moderat Islam

Leave a reply

error: Content is protected !!