Pesan Asasi Islam Untuk Perdamaian

0
118

Sangkhalifah.co — Satu dari sekian kesalahan kelompok radikal-teroris ialah menyamakan begitu saja antara Islam dan pemikiran Islam. Konsepsi demikian mengakibatkan merekaenaskralkan produk pemikiran dengan menyamakannya sebagai wahyu Tuhan. Fikih diklaim pula sebagai pesan Tuhan yang langsung diturunkan untuk manusia tanpa melalui nalar, akibatnya produk manusia itu “dituhankan”. Nalar kekerasan kelompok radikal-teroris ini cukup berbahaya jika dibiarkan. Akibatnya, yang berbeda dengan pemikirannya dianggap melawan dan tidak menjalankan Islam.

Pemahaman ini perlu kita bongkar, mengingat telah terjadi tumpang tindih dalam menilai Islam dengan pemikiran Islam. Bahwa, Islam sebagai agama berasal dari Tuhan yang secara normatif tertuang di dalam Al-Qur’an. Sebagai ajaran yang berasal dari Tuhan dan bersifat absolut, yang tidak terikat dengan waktu, maka agama pun demikian, tidak terikat dengan ruang dan waktu serta bersifat sakral.

Sebaliknya, pemikiran Islam seperti fikih, tasawuf, dan kalam, merupakan kreasi manusia yang memiliki banyak kekurangan, terikat oleh ruang dan waktu, bersifat relatif dan profan. Kelompok radikal dan teror harus sadar bahwa yang sakral adalah Islam sebagai agama, sementara pemikiran Islam bersifat profan. Jangan asal membaca dan memahami tanpa mengetahui seluk beluknya, sebab berimplikasi pada tindakan yang salah.

Kita pun mengkritik kelompok radikal-teroris dalam menggunakan pemikiran Islam. Dengan menganggap kesakralan pemikiran Islam mereka menjustifikasi ideologi agresi mereka dengan menggunakan bahasa agama.

Kita wajib menolak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal atas nama apapun, apalagi dengan mengatasnamakan Tuhan. Sejatinya, Tuhan tidak perlu dibela oleh manusia. Tuhan hadir dengan memberikan agama agar dapat membimbing manusia. Maka demikian jihad yang hakiki bukan untuk membela Tuhan, akan tetapi demi membela manusia dan kemanusiaannya.

Islam memiliki banyak pesan asasi yang digali melalui ayat-ayat Al-Qur’an. Allah sebagai pencipta alam raya dan isinya yang menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad melalui pesan-pesan humanisme dan memiliki sifat pengasih lagi penyayang (QS. Al-Hijr Ayat 49).

Begitu juga nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak yang melanda dunia Arab pada saat itu dan membawa pesan rahmat bagi seluruh alam (QS. Al-Anbiya Ayat 107). Pun, Nabi diutus untuk menjadi penyamlai wahyu yang bijaksana, memberi nasehat dan berdialog secara baik (QS. An-Nahl Ayat 25).  Pesan-pesan ini mestinya selalu menjadi pegangan kelompok Islam di mana pun berada.

Pesan asasi Islam selanjutnya bahwa, Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah agama yang mengajarkan persaudaraan dan saling berbuat baik (QS. Al-Hujurat Ayat 13), di mana antara satu sama lain tidak boleh berselisih dan harus mengedepankan keaalingan mengasihi. Bahkan di tengah peperangan pun, kita dilarang untuk berlebihan di dalam melakukan kekerasan (QS. Al-Baqarah Ayat 109).

Islam membawa pesan mengasihi, bukan membenci manusia yang  lain. Islam hadir memiliki nilai antroposentris, yang senantiasa membela manusia. Islam agama yang mengasihi dan merahmati. Sebaliknya, Islam bukan agama yang melegalkan kekerasan, bom bunuh diri, dan menyakiti orang lain dengan alasan apapaun, termasuk dengan alasan agama dan Tuhan.

Sebagai penguat pesan asasi Islam, perlu juga diketengahkan tentang bentuk kata Islam di dalam Al-Qur’an. Dari akar kata Islam, yaitu sa-la-ma yang bermakna merasa aman, utuh dan integral, Islam memiliki banyak kata turunan yang berbeda-beda dan juga memiliki makna yang berbeda-beda pula. Pertama, kata Islam yang bermakna agama ditemukan sebanyak 50 kali dengan pembagian; 8 kali kata benda, 3 kali sebagai kata sifat bagi laki-laki, dan 39 kali sebagai bentuk jamak.

Islam yang bermakna agama Islam dalam Al-Qur’an hanya disebutkan sebanyak 3 kali, yaitu QS. Ali Imran Ayat 13, QS. Ali Imran Ayat 85, dan QS. Al-Maidah Ayat 3. Kedua, kata Islam yang bermakna ketundukan, ditemukan sebanyak 24 kali. Sedangkan yang bermakna perdamaian (dalam bentuk apapun) ditemukan sebanyak 157 kali.

Melalui pelacakan secara semantik tentang kata Islam di atas, cukup terang bahwa Islam dengan makna perdamaian/kedamaian, menjadi makna yang populer dibanding makna-makna yang lain, yaitu agama Islam dan ketundukan. Ini membuktikan bahwa Islam tidak saja menjadikan kedamaian sebagai ajarannya, akan tetapi juga menjadikan kedamaian sebagai ajaran asasinya. Maka tidak ada agama Islam kecuali agama kedamaian.

Kita perlu menolak konsep keberagamaan kelompok radikal-teroris yang teosentris, yang cenderung melegalisasikan kekerasan. Sebaliknya, kita perlu mengedepankan nalar Islam antroposentris, yang cenderung menolak kekerasan dan menawarkan pesan-pesan perdamaian. Karena diakui atau tidak, pesan asasi Islam tidak lain kecuali perdamaian itu sendiri. [Lufaefi]

Leave a reply

error: Content is protected !!