Perjuangan Melawan Kaum Radikalis-Teroris Belum Usai

3
450

Sangkhalifah.co — Co-Founder The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR) Makmun Rasyid mengungkapkan bahwa kerja kontra narasi dan ideologi di media sosial yang menjadi tempat penyebaran virus oleh kaum khawarij modern dan turunannya belum usai. Berbagai macam narasi kejahatan, anti-Pancasila dan anti-NKRI harus kita counter secara militan dan bersama-sama.

“Penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 mungkin berkurang di lembaga penyiaran, tapi tidak di media sosial, yang tidak bisa dikontrol oleh Komisi Penyiaran Indonesia dan sejenisnya, tapi kita membutuhkan kerja dan komitmen dari Kominfo dan lembaga pemerintah terkait untuk mengontrol situs-situs dan akun-akun,” katanya dalam Training Pesantren Teknokonten: Kontra Narasi Islam Kebangsaan di Pesantren Al-Wathoniyah Pusat Putra, pada Jum’at (23/10).

Narasi dari kalangan khawarij modern dan kaum radikalis-teroris yang ada di media sosial menjadi virus yang berbahaya. Maka kelompok moderat harus memberikan anti-virus dan menyuntikkan paham kebangsaan yang moderat dan berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

“Mereka itu sedikit tapi militan dan konsisten menyebarkan paham-paham tidak benar. Mereka tidak menyadari bahwa paham mereka itu dan salah paham terhadap teks-teks keagamaan,” jelasnya.

Makmun Rasyid menyebutkan ada beberapa narasi yang saling terkait dengan bungkus yang berbeda-beda dan dimainkan oleh kelompok-kelompok yang berbeda juga. Tapi tujuan dan misi mereka sama semuanya.

“Narasi menegakkan Negara Islam, Khilafah Islamiyah, menegakkan syariat Islam, menegakkan agama dan li i’la kalimatillah merupakan jargon-jargon yang mereka sebarkan sebagai alat hipnotis. Misalnya jargon HTI, ISIS, Majelis Mujahidin Indonesia dan lainnya bisa berbeda, tapi tujuan mereka sama semuanya yakni merubah sistem demokrasi, mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi Islam dan peraturan hidup yang mereka sudah buat, yang tentunya itu tafsiran tokoh-tokoh mereka,” ungkap Makmun Rasyid yang juga merupakan CEO Media Sangkhalifah.co.

Diakuinya, sejak dulu kelompok moderat melihat kesalahan dan kejanggalan di media sosial, tapi belum terkoordinasikan dan bekerja bersama-sama dalam meminimalisir konten negatif dari gerakan maya mereka.

“Menurut saya sekarang ini, kita harus membangunkan orang-orang yang tergolong di silent majority dan harus bersuara untuk menghentikan laju derasnya kaum radikalis-teroris. Diamnya orang waras merupakan malapetaka untuk negeri ini,” tambahnya.

Mau tidak mau, menurut Makmun, konten negatif harus dibalas dengan konten positif. Tapi orang-orang yang meng-counter harus sistematis dan bergandengan tangan. Dengan demikian, maka upaya untuk membanjiri internet dengan konten positif akan efektif.

“Pembagian tugas sangat diperlukan. Dan jangan saling menafikan eksistensi. Kita terkadang, karena berbeda organisasi dan kelompok walaupun sevisi dalam berpancasila dan bernegara, kita tidak menggandeng mereka. Mari kita jaga bersama-sama dan bergotong royong,” tutupnya. []

3 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!