Pembubaran FPI dan Penangkapan Rizieq Shihab Bentuk Penegakkan Syariat

0
95

Sangkhalifah.co — Masyarakat Indonesia patut bersyukur dan berbangga hati dengan telah dibubarkannya organisasi preman berbaju agama Front Pembela Islam (FPI). Seperti masyarakat mengetahui, organisasi yang sering digunakan untuk melawan pemerintah sah itu dibubarkan dengan Keputusan Bersama Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNPT. Salah satu alasan yang semua masyarakat Indonesia sudah tahu semua adalah karena 35 orang dari organisasi ini telah terlibat aksi terorisme dan 29 lainnya masih dipenjara. Di samping itu, organisasi pimpinan Rizieq Shihab patut dibubarkan karena sering sweeping yang merupakan tugas aparat pemerintah.

Dibubarkannya FPI sebagai organisasi terlarang bukan berarti pemerintah anti Islam. Cukup mudah untuk membuktikannya. Di Indonesia ini ada sekitar 80 organisasi masyarakat Islam yang lain dan mereka tidak ada yang dibubarkan, seperti NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, LDII, dan sebagainya. Kalau pemerintah anti Islam, pasti semua ormas Islam akan dibubarkan seperti FPI. FPI dibubarkan oleh pemerintah karena jelas-jelas apa yang dilakukan kerap bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan persatuan dan kemanusiaan. FPI atas nama agama melakukan tindakan yang justru bertentangan dengan agama.

Tujuan ditegakkannya syariat Islam di dunia memiliki lima tujuan utama, yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga kehormatan, dan keturunan. Sementara apa yang telah dilakukan FPI dengan melakukan kekerasan atas nama agama, memukul orang di jalan-jalan, dan melakukan tindakan terorisme adalah sebentuk tindakan yang bukan sama sekali merupakan ajaran agama. Bahkan, agama menolak semua tindakan demikian. Sehingga sesungguhnya pembubaran FPI sudah sejalan dengan maksud syariat, yaitu menjaga agama jangan sampai menjadi agama yang keras, intoleran, marah dan tidak menghargai perbedaan.

Selain menjaga agama, pembubaran FPI juga sejalan dengan tujuan syariat diturunkan yaitu menjaga jiwa. Tidak boleh ada jiwa-jiwa yang terluka atas dasar apapun. Apa yang dilakukan FPI dengan sweeping sungguh tidak jarang melakukan kekerasan terhadap jiwa. Kita masih bisa mengingat peristiwa sweeping di Monas, Jakarta, beberapa tahun silam yang dilakukan oleh organisasi preman berbaju agama FPI. Banyak orang yang terluka karena tindakan brutal organisasi terlarang ini. Tindakan-tindakan FPI juga bertentangan secara diametral dengan syariat Islam yang seharusnya mampu menjaga kehormatan orang lain, tidak merendahkan dan tidak mencaci pemimpin yang sah.

Selain patut berbangga dengan dibubarkannya FPI, masyarakat Indonesia juga harus berbungah-bungah dengan ditangkapnya pentolan FPI Rizieq Shihab. Selain karena sudah sesuai dengan ketentuan hukum, sebab ia telah melakukan pelanggaran berupa protokol kesehatan di berbagai tempat, penangkapan Rizieq juga sejalan dengan tujuan syariat. Demikian sebab keberadaan Rizieq kerap kali memprovokasi umat untuk membenci pemerintah sah. Tidak asing juga kita tahu kalau pentolan ormas terlarang ini suka dengan mencaci maki orang-orang yang berbeda keyakinan dan pandangan. Yang jika ia tidak ditangkap, hanya akan menjadi biang permusuhan di tengah bangsa ini.

Syariat Islam telah mewajibkan kita untuk taat kepada Allah, Rasulullah, dan Ulil Amri (pemerintah). Menentangnya sama saja dengan menentang syariat. Sementara taat kepadanya adalah bentuk upaya menegakkan syariat. Eksistensi Rizieq Shihab di pusaran perpolitikan bangsa Indonesia juga tidak jarang hanya menjadi pemanas orang-orang awam untuk menjelek-jelekkan pemerintah yang sah. Bukannya mengkritik, Rizieq seringkali di dalam orasinya justru merendahkan dan menjelekkan pemerintah. Padahal syariat Islam mewajibkan kita untuk menghargai sesama dengan prinsip menjaga kehormatan satu sama lain (hifz al-‘irdh).

Terhadap pembubaran FPI dan penangkalan Rizieq Shihab kita semua harus bangga, bangga sebab agama tidak akan diinjak-injak oleh organisasi preman ini dengan mengatasnamakan agama. Upaya membubarkan FPI sungguh merupakan tindakan penegakkan syariat Islam, demi untuk menciptakan kemaslahatan bersama dalam beragama dan bernegara di negeri yang beragam ini. Pun demikian, penangkapan Rizieq Shihab adalah sebuah sikap yang harus disyukuri. Sebab dengan begitu, umat tidak lagi muda terprovokasi yang dapat berujung pada tidak bisanya umat menjaga kehormatan satu sama lain. Padahal, upaya menghargai satu sama lain adalah bentuk penegakkan syariat. []

Leave a reply

error: Content is protected !!