Noor Huda Ismail Beberkan Penjelmaan Baru Jamaah Islamiyah

1
885

Sangkhalifah.co — Pengurus Harian Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI, Noor Huda Ismail, memahami adanya kekagetan masyarakat dengan tertangkapnya tiga terduga teroris yang terafiliasi dengan kelompok Jamaah Islamiyah di Bekasi, Jawa Barat.

Ketiganya terafiliasi di kelompok yang sama (Jamaah Islamiyah). Mereka adalah Ahmad Zain An-Najah yang merupakan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat dan bergabung di MUI melalui organisasi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Kemudian Farid Ahmad Okbah seorang inisiator dan pendiri partai politik, serta Anung Al-Hamad dikenal aktif berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

“Kagetnya masyarakat ini sangatlah dipahami. Karena selama ini ada imajinasi bahwa para teroris adalah sosok yang berpenampilan sangar, kasar dan mata mereka merah seolah-olah siap meneror siapa saja yang tidak sepakat dengan mereka. Mereka kaum teroris itu adalah ‘sosok lain’ yang berbeda dengan masyarakat Indonesia yang cinta damai,” ujarnya.

Pengamat terorisme ini menegaskan bahwa memang seorang teroris ini ‘seorang manusia biasa’ yang tidak memiliki DNA khusus. Mereka akan menjelma dan membaur dengan masyarakat sesuai dengan kebutuhan organisasinya.

“Dalam skala kecil, JI sebagai organisasi pun berusaha menyelesaikan masalah kehidupan anggota mereka. Bahkan, JI juga memberi layanan kepada masyarakat secara umum. Misalnya ketika terjadi bencana alam Gunung Merapi, anggota JI turun membantu masyarakat tanpa melihat latar belakang agama mereka,” katanya.

Akan tetapi, menurut Noor Huda Ismail, hal itu bukan berarti Jamaah Islamiyah masuk dalam kategori organisasi moderat layaknya Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah.

“JI ini sebuah kelompok, yang misalnya, memahami jihad dalam pengertian kebolehan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik mereka. Disisi lain juga ada tugas-tugas tertentu yang diperankan anggotanya di masyarakat dalam aspek pelayanan umat. Jamaah Islamiyah kini dan dulu telah mengalami perubahan walaupun identitas dan jati dirinya masih ada yang sama. Mereka menawarkan pelayanan yang orang sering tidak merasa sedang dilayani kelompok teroris. Akhirnya pelan-pelan mereka menjadi bagian dari kelompok teroris itu,” tutupnya. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!