Nahdlatul Ulama: Pilar Bangsa dan Moral

1
102

Sangkhalifah.co — Seorang Muslim memiliki hak dan kewajiban atas Muslim lainnya. Tidak ada kewajiban tanpa hak dan tidak akan ada hak tanpa kewajiban. Hak asasi manusia tidak bisa dipisahkan dari kewajiban asasi manusia. Begitu dipisahkan maka yang terjadi adalah amarah dimana-mana. Tetapi ketika kewajiban ditunaikan tanpa hak maka akan terjadi kezaliman.

Maka jika kita telah melaksanakan kewajiban berupa puasa Ramadan, belum sepenuhnya tanpa dosa. Seperti ketika terjadi pelanggaran, dituntut untuk meminta maaf, maka harus berputar terlebih dulu kepada orang yang punya hak. Disinilah letaknya hak asasi manusia.

Jadi hak bagian dari kehidupan bukan kehidupan itu bagian dari hak. Kewajiban kita bagian dari kehidupan dan bukan kehidupan kita bagian dari kewajiban. Sekarang ini, ada yang takut kalau kembali ke Syariah seakan-akan kembali pada kewajiban. Padahal, kembali ke syariah adalah keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Dalam menghadapi satu abad, tidak bisa lain kecuali membangun kembali Nahdlatul Ulama. Kita harus memperkuat kembali Nahdlatul Ulama bukan hanya untuk NU tapi untuk bangsa ini. Karena NU adalah pilar bangsa dari segi moral, agama dan nasionalitas.

Kalau kita mau kembali kejayaan Nahdlatul Ulama maka kita harus kembali kepada ulama yang benar-benar ulama. Nahdlah artinya bangkit dan ulama artinya ulama. Maka kalau mengembalikan Nahdlatul Ulama adalah mengembalikan kebangkitan ulama itu sendiri. Hari ini ulama kita masih banyak, tapi belum cukup banyak yang bangkit. Padahal kalau bukan ulamanya yang bangkit pada saat-saat sekarang kapan lagi?

Di dalam Al-Qur’an disebutkan ciri khusus seorang ulama adalah rasa takut kepada Allah. Hidup ini indah, sebagian yang mendalami ilmu secara terus menerus berdasarkan khasyatullah karena ulama adalah hamba yang paling takut kepada Allah. Dan yang memiliki rasa takut itu yang berpeluang menjadi ulama. Jika ada ilmu tapi tanpa khasyatullah itu cukup menjadi cendekiawan bukan ulama. []

*Artikel ini berasal dari Majalah Risalah Edisi 14 Tahun 1431 H

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!