Muslim Dunia Menolak Jihad Teror ala ISIS

0
287

Sangkhalifah.co — Jihad merupakan satu dari sekian kampanye ISIS yang dilakukan di Syam dan Afghanistan. ISIS memaksudkan jihad dengan arti membunuh orang-orang yang tidak mau bergabung dengan kelompoknya dan enggan berjuang menegakkan khilafah versinya. Bukan hanya mewajibkan jihad untu kelompoknya saja, ISIS mewajibkan tindakan jihad teror kepada semua orang Islam.

Jihad menjadi salah satu pra syarat apakah seseorang masuk dalam kategori Muslim atau tidak. Untuk membungkus keyakinan sesatnya ini ISIS menyitir salah satu hadis nabi yang artinya berbunyi, “Seseorang yang mati tanpa pernah berjihad dan tidak berniat untuk berjihad sama sekali, maka ia mati dalam keadaan munafik.” Namun sayang, jihad yang dilakukan ISIS bermakna sempit, menjadi suatu tindakan yang bukan lagi bernilai hakikat jihad namun murni teror dan kekerasan.

ISIS meyakini jihad (dalam bentuk pembunuhan) ialah kewajiban mutlak yang harus diemban oleh umat manusia. Maka demikian pembangkangan terhadap tindakan jihad bagi ISIS merupakan tindakan kemunafikan. Siapa yang menghalanginya sama saja dengan melakukan perlawanan terhadap agama Islam. Sebagai legitimasi jihad, ISIS membagi wilayah menjadi dua, yaitu bumi jihad dan bumi qu’ud (wilayah non-jihad). Wilayah jihad adalah wilayah khilafah yang diyakininya. Sementara wilayah non-jihad adalah wilayah kufur. Dan, ISIS hanya mengakui keislaman orang-orang yang mau bergabung dengan kelompoknya saja. Jika tidak mau bergabung dengan mereka maka walaupun ia bersyahadat ia telah kafir, dan menjadi salah satu objek jihad yang harus dibunuh dan dilakukan kekerasan terhadapnya.

Apa yang diklaim ISIS tentang jihad di atas tentu bertolak belakang dengan ketentuan ulama-ulama salaf kita. Muhammad Tahir Ibn ‘Asyur misalnya menyebut pembagian daerah menjadi wilayah dâr al-Islam dan dâr al-kufr hanya dalam konteks ketika dahulu orang-orang kafir terus memerangi orang Islam. Mereka mengancam eksistensi orang Islam dan Islam itu sendiri. Maka dalam konteks masa sekarang, orang-orang non Islam yang tidak mengganggu orang Islam dan tidak membahayakan orang Islam tak boleh disakiti, apalagi diperangi.

Bukankah Nabi Muhammad berinteraksi baik dengan orang-orang Yahudi yang tidak memeranginya? ISIS juga salah kaprah mengatakan hanya jihad teror yang merupakan ajaran Islam. Padahal ada banyak jihad lain yang Nabi pesan untuk umatnya, seperti jihad dalam bentuk haji yang mabrur dan haji menemani orang tua yang sudah sepuh.

Namun lagi-lagi ISIS memiliki kesimpulan yang amat bertentangan dengan Islam. ISIS meyakini siapapun orang yang tidak Islam baik ia sipil ataupun non-sipil keduanya memiliki ketetapan hukum yang sama, yaitu sama-sama kafir. Jihad dengan membunuh dan bahkan memutilasi orang yang tidak percaya dengan keyakinannya diklaim bukan sebagai ajaran kekerasan, akan tetapi sebagai upaya mendirikan negara Islam versi kelompoknya.

ISIS meyakini juga bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah sebagai upaya agar mereka selamat dari api neraka. Sebab bagi ISIS, menyitir hadis dalam Sahih Muslim nomor 3506 bahwa orang kafir dan pembunuhnya tidak akan masuk neraka. Padahal nabi bersabda, Dalam salah satu hadisnya Rasulullah juga bersabda: “Barang siapa yang menuduh kafir kepada sesama muslim maka itu sama dengan membunuhnya.” (HR Al-Bukhari).

Tidak hanya membunuh nyawa orang-orang yang berdosa, ISIS juga paling suka dengan merampas harta kelompok yang dianggapnya sebagai musuh agama. Parahnya, ISIS menganggapnya sebagai harta rampasan yang halal untuk dijadikan pemenuhan ekonomi mereka. ISIS juga berangan-angan bahwa Rasulullah diutus ke muka bumi dengan pedang dianggap sebagai isyarat bahwa nabi diutus bukan untuk menyukai dunia dan hanya untuk peperangan menegakkan kalimat tauhid. ISIS dengan ini pun mewajibkan setiap orang menumpahkan darah orang yang tak sekelompok, merampas hartanya, dan menjadikan budak perempuan-perempuan serta membunuh anak-anak kecil.

Apa yang dilakukan oleh ISIS benar-benar bukan tindakan Islam. Tidak ada sejarahnya jihad dalam Islam yang mulia itu membunuh anak-anak dan perempuan. Jihad dalam Islam tidak boleh sampai melebihi batas. Itu pun dalam kondisi hanya ketika orang kafir mengganggu ibadah dan menyakiti orang Islam secara fisik. Quraish Shihab menyebut berlebih-lebihan dalam jihad di sini adalah melebihi batasan-batasan syarat jihad, seperti membunuh anak-anak, membunuh perempuan, merusak fasilitas umum, membuat keonaran, dan sebagainya. Ia menegaskan puncak dari melampaui batas dalam peperangan adalah memaksa orang lain untuk mengikuti keyakinan agamanya. Oleh itu dalam QS. Al-Baqarah: 256 Allah berfirman: ” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat”.

Melalui penjelasan singkat di atas, jelas bahwa jihad yang dilakukan oleh ISIS bukan sama sekali ajaran Islam. Apa yang dilakukan olehnya murni merupakan kekerasan yang didasari oleh kesempitan berfikir dan terlalu gegabah menyimpulkan. Yusuf Qardhawi menegaskan apa yang dilakukan ISIS selalu berlandaskan pada hadis-hadis dho’if, dan kalaupun dari hadis sahih, mereka memahami dengan cara yang salah yang tidak pernah dilakukan oleh ulama hadis melalui metodologi yang benar. Maka sudah saatnya Muslim di dunia menolak konsep jihad ISIS dan menjauhi ISIS. KH. Said Aqil Siraj bahkan dalam pernyataannya bersumpah demi Allah bahwa apa yang dilakukan oleh ISIS bukan ajaran Islam, bukan tuntunan Islam. Apa yang dilakukan ISIS tidak pernah dilakukan oleh Nabi, para sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in, dan ulama-ulama salaf maupun khalaf. [Lufaefi]

Leave a reply

error: Content is protected !!