MUI Pusat Dukung Densus 88: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama dan Islamofobia

0
124

Sangkhalifah.co — Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI Pusat, Najih Arromadloni, mendukung langkah Densus 88 dalam menangkap terduga terorisme. Dalam penangkapan tak ada istilah kriminalisasi ulama dan Islamofobia. Semuanya telah sesuai dengan amanat undang-undang.

“MUI mendukung dan mengapresiasi Densus 88 dalam kinerja penanggulangan radikal dan terorisme. Dan dalam kaitan ini, kami percaya tidak ada yang disebut dengan kriminalisasi ulama atau Islamofobia karena kepentingan negara adalah menjaga keamanan, menjaga keselamatan rakyat dan dalam hal ini karena itu kami memberikan dukungan dan apresiasi kemudian kasus ini juga menjadi bahan evaluasi kami di MUI,” ujar Najih dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021).

Najih menjelaskan aktivitas terorisme tak hanya sebatas pada pelaku di lapangan, tetapi juga pihak yang mendanai dan segala sesuatu yang terlibat terorisme.

“Dalam kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan bahwa yang dilarang dalam aktivitas terorisme bukan hanya berlaku bagi pelaku lapangan tetapi juga untuk pihak yang membantu proses aktivitas terorisme itu. Dalam hal ini, yang disampaikan oleh Pak Aswin tadi, terkait dengan pendanaan. Karena tentu saja terorisme terjadi tidak hanya melibatkan satu unsur, tetapi ada banyak unsur yang menjadi supporting system dalam kegiatan terorisme,” pungkas Najih.

Dalam kesempatan itu, Najih juga menyampaikan kembali mengenai tujuh sikap MUI atas penangkapan salahs atu anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ahmad Zain An Najah.

“MUI mengimbau kepada masyarakat untuk tidak reaktif dan membuat kegaduhan termasuk dengan mengangkat isu pembubaran Densus 88 dan pembubaran Majelis Ulama Indonesia. Kesalahan personal tidak bisa ditimpakan kepada instansi atau organisasi,” tutupnya. []

Leave a reply

error: Content is protected !!