Merayakan Pluralitas Indonesia (Kajian QS. Al-Ma’idah: 48)

1
389

Sangkhalifah.co — Indonesia dikenal bukan saja sebagai negara multikulturalisme akan tetapi juga multiagama. Sejak berabad-abad negeri ini telah mengenal lima agama besar dunia, yaitu Hindu, Buddha, Kristen, Katolik dan Islam. Bahkan, juga mengenal agama Konghucu. Enam agama yang ada di Indonesia ini dapat hidup berdampingan. Satu sama lain saling membangun kepercayaan dan keyakinan bersama demi keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia secara utuh. Jika membaca Indeks Kerukunan Umat Beragama yang dikeluarkan oleh Badan Litbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama RI dari tahun 207 hingga tahun 2019 indekx kerukunan umat beragama di Indonesia mengalami kenaikan, meskipun tidak signifikan. Kenaikan indeks ini menjadi harapan bagi masa depan multikulturalisme Indonesia.

Namun harapan itu kadang menemukan keputusasaan di tengah jalan. Abdul Rouf dalam penelitiannya berjudul Pluralist Islam and Multikulturalisme Strenghthening Nasional Unity menegaskan bahwa kehidupan beragama di Indonesia mengalami pasang surut. Letupan dan bahkan konflik horizontal sering pecah di banyak tempat yang tidak jarang memakan korban jiwa dan mewarnai kehidupan beragama masyarakat Indonesia. Ia mengatakan, kondisi demikian semakin parah pasca reformasi. Dalam kaitannya dengan ini, Yusuf Qardhawi mengomentari dengan pedas peristiwa World Trade Center (2001). Ia mengatakan, peristiwa itu sangat merugikan dirinya dan masyarakat muslim Arab, yang berakibat dituduhnya sebagai pemeluk agama teror. Qardhawi menolak klaim yang menyatakan Islam sebagai agama teror, sebab Islam adalah agama yang moderat dan sangat menghargai kemanusiaan. Apa yang dilakukan pelaku teror pada peristiwa WTC, bagi Qardhawi tidaklah manusiawi.

Al-Qur’an sudah jauh-jauh hari memberitakan pada umat manusia tentang keniscayaan keragaman dan multikultural. Dalam QS. Al-Maidah ayat 48 Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.”

Ayat Al-Qur’an di atas jika kita pahami esensinya adalah sebagai instisari dari problem sekaligus solusi atas pluralitas dan pluralisme menurut pandangan Islam. Ayat ini dimulai dengan kenyataan adanya fakta bahwa keragaman kelompok dan komunitas yang masing-masing memiliki orientasi kehidupannya dan Allah memberikan mereka petunjuk adalah suatu keniscayaan. Komunitas pemeluk agama yang tersebut dalam ayat di atas diharapkan dapat menerima kenyataan tentang adanya keragaman sosio-kultural dan saling toleran dalam memberi kebebasan dan kesempatan kepada setiap orang untuk menjalankan kehidupan sesuai tata aturan agamanya masing-masing. Sekaligus menolak sekelompok orang yang hendak memaksakan keinginnnya agar dijalankan orang lain tanpa kompromi. Ayat ini secara tegas menolak ajaran eksklusif, yang hanya beragama dengan mengedepankan emosi dan otot, bukan dengan nalar dan akal sehat.

Mengomentari ayat di atas, Fazlur Rahman berpendapat bahwa Al-Qur’an mengakui kebenaran universal yang dibawa oleh pemeluk-pemeluk agama di dunia selagi tetap dalam koridor keimanan kepada Allah SWT, percaya kepada hari kiamat dan beramal saleh. Bagi Rahman, umat beragama apapun harus didudukkan secara sejajar dan bersampingan dengan pemeluk agama-agama selain Islam. Kaum muslimin bukanlah satu-satunya kelompok yang sedang berjalan mencari kebenaran, akan tetapi mereka adalah salah satu dari kelompok yang sedang berlomba menuju kebenaran tersebut. Allah Maha Besar, yang pastinya mau menerima sebesar apapaun jumlah manusia di muka bumi dengan keragamannya. Allah Maha Pengasih dan Penyayang, yang tidak saja meenyayangi masyarakat muslim, akan tetapi juga mengasihi seluruh alam, baik manusia maupun tumbuhan dan binatang.

Muhammad Asad dalam The Message of The Qur’an juga menegaskan, bahwa bagi semua umat beragama, Allah telah menyiapkan hukum suci yang satu sama lain berbeda serta jalan yang terbuka. Akan tetapi bagi Asad, pada intinya semua agama pun memproklamirkan keyakinan dan kepercayaan yang satu yaitu kepercayaan yang sama atas keesaan Allah. As’ad juga menegaskan bahwa semua tempat ibadah yang didedikasikan untuk menyembah Tuhan maka harus dilindungi tanpa terkecuali. Orang Islam berkewajiban menjamin demikian itu. Sebaliknya, mereka yang merusak dan menolak tempat ibadah selain agama Islam merupakan hal yang tercela yang amat bertentangan dengan Al-Qur’an. Konteks yang dikatakan Asad kiranya sejalan dengan kondisi bangsa Indonesia yang terdiri dari multikulturalisme dan juga multi agama. Semua warga bangsa Indonesia harus sadar dan toleran akan keragaman yang sudah menjadi sunatullah.

Rasulullah SAW pernah ditegur oleh Allah SWT sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 256. Allah berfirman: “Dan jika Tuhanmu menghendaki, maka niscaya semuanya akan beriman. Apakah engkau Muhammad akan memaksa agar mereka semua menjadi iman semuanya…” Jika Nabi Muhammad saja ditegur oleh Allah, mengapa kita sebagai umatnya justru masih ada yang memaksakan orang lain untuk sama dengan agama dan keyakinannya? Oleh sebab demikian dalam konteks Indonesia, multikulturalisme harus diperhatikan sekaligus dirayakan. Al-Qur’an merespon baik kondisi sosio-kultural masyarakat yang beragama, asalkan dapat saling hidup rukun dalam satu kesatuan. Pluralitas Indonesia baik dari sisi agama, budaya, suku, dan warna kulit, tidak sepantasnya jika dipersoalkan. Justru, semuanya harus disyukuri dan dinikmati karena dengan demikian maka rahmat Allah akan turun mengasihi. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!