Merayakan Hari Kemenangan Bersama Pancasila

1
382

Sangkhalifah.co — Setelah 30 hari menjalankan ibadah puasa Ramadhan umat Islam merayakan kemenangan dengan datangnya Idul Fitri. Kemenangan karena telah berhasil melawan hawa nafsu selama berpuasa, dan kemenangan karena berhasil menjalankan amanah berpuasa yang merupakan perintah agung Allah SWT. Di hari kemenangan Idul Fitri ini umat Islam juga kembali suci dari dosa, sehingga diibaratkan seperti bayi yang baru lahir dari ibunya. Umat Islam kembali kepada fitrah manusia suci yang harus memulai dan terus bergerak dalam hal-hal positif.

Dalam konteks kebangsaan, hari kemenangan berarti juga bebas dari hal-hal yang mengancam suatu bangsa. Kemenangan berarti lepas dari belenggu-belenggu ancaman yang dapat meruntuhkan kokohnya sebuah bangsa. Terlepas dari ideologi dan sistem asing yang berpotensi menyulut perpecahan di tengah bangsa. Pada posisi inilah inspirasi dan pengejewantahan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat menjadi modal penting untuk terus berada dalam garis kemenangan sebuah bangsa.

Merayakan kemenangan di tengah bangsa melalui Pancasila karena ia merupakan pandangan hidup bangsa. Pancasila menjadi acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi, antar masyarakat maupun antar manusia dengan alam. Pandangan hidup dalam Pancasila ini menjadi semangat untuk mengembangkan potensi kemanusiaan setiap warga dalam mewujudkan kehidupan bersama. Menghayati Pancasila sebagai pandangan hidup dapat menghantarkan warga negara dalam cita-cita kemenangan, yaitu kemenangan menjadi bangsa yang disegani dan tahan dari ancaman-ancaman global.

Penghayatan atas Pancasila sehingga bangsa dapat mencapai kemenangan karena ia merupakan ideologi pemersatu perbedaan dan keragaman yang ada dalam tubuh bangsa. Keragaman yang merupakan sunnatullah dapat terjaga dengan baik dengan nilai-nilai Pancasila yang menyatukan. Negara Indonesia sebagai negara yang kaya akan keragaman, baik keragaman agama, suku, budaya, etnis dan ras semuanya berada dalam jangkar kemenangan yang satu berkat eksistensi Pancasila. Kemenangan yang patut disyukuri setiap individu sebab telah berhasil menjauhkan sikap saling klaim paling benar, membanggakan kelompok tertentu, dan dari egoisme satu keyakinan.

Baca Juga:

Merayakan kemenangan dengan Pancasila juga karena ia merupakan penjamin bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maraknya aksi-aksi terorisme dan radikalisme serta bergulirnya ancaman-ancaman ideologi asing khilafah di tengah masyarakat menempatkan Pancasila sebagai ideologi penangkal aksi-aksi tersebut. Kemenangan bangsa Indonesia untuk menghalau tindakan-tindakan pemecah belah bangsa adalah sebab eksistensi Pancasila. Tanpa Pancasila yang dapat mempersatukan seluruh elemen bangsa sulit kiranya keutuhan NKRI dapat terwujud sampai sekarang. Maka merayakan kemenangan Indonesia dari aksi-aksi brutal terorisme dan radikalisme adalah merayakannya bangsa Indonesia atas nilai-nilai sakti Pancasila.

Sebagai manusia siapapun tidak bisa lepas dari mempercayai suatu agama tertentu. Sementara dalam suatu negara harus ada ideologi yang mampu menjadi satu pandangan bagi setiap individu masyarakatnya. Dalam soal ini Pancasila juga menemukan kemenangan sebagai ideologi yang harmonis dengan semua agama-agama resmi di Indonesia. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial merupakan nilai-nilai yang dianut dan diyakini semua agama-agama. Maka sudah sepatutnya sebagai warga bangsa Indonesia kita terus merayakan kemenangan dengan terus menghayati nilai-nilai dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hari kemenangan bukan saja dikhususkan bagi Muslim setelah menyelesaikan ujian dahaga selama bulan puasa, akan tetapi juga dirayakan oleh seluruh bangsa Indonesia. Kemenangan bagi seluruh bangsa ini adalah kemenangan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang menjadi pandangan hidup bersama, pemersatu dan sebagai titik temu agama-agama. Kemenangan ini harus terus dipupuk untuk memastikan keutuhan negara. Kemenangan dalam arti terus menghayati setiap nilai-nilai Pancasila di manapun dan kapanpun seraya mengejewantahkannya salam kehidupan sehari-hari. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!