Menyoal PSBB Khilâfah di Tengah Pandemi

0
417

Sangkhalifah.co — Ramadan merupakan bulan yang mulia karena segala perbuatan kebaikan orang Islam di bulan ini pahalanya dilipat gandakan. Kegiatan pengajian, tadarus Al-Qur’an, bersedekah dan salat tarawih adalah sebagian dari sederet kegiatan di bulan suci Ramadan yang memiliki nilai pahala. Meskipun bulan Ramadan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai virus Corona, namun gemuruh umat Islam untuk mendapatkan keistimewaan pahala di bulan Ramadan tidak surut sedikit pun.

Umat Islam tetap melakukan salat tarawih di rumah, tadarus Al-Qur’an di rumah, dan kajian-kajian pasaran yang disiarkan secara daring. PSBB tidak saja diterapkan masyarakat Indonesia dalam lingkup sosial untuk memutus penularan virus, akan tetapi juga diimplementasiakan dalam kajian-kajian di bulan puasa demi meraup segudang pahala di bulan mulia ini. PSBB dalam konteks ini adalah Pengajian Sistem Berjarak Berjauhan (PSBB). Kajian yang biasanya diadakan secara tatap muka dengan mengkhatamkan satu kitab, kini banyak dilaksanakam secara PSBB.

Akan tetap bagaimana jika PSBB dalam bentuk pengajian online ini berisikan propaganda dengan menyebarkan sistem khilâfah di tengah pandemi virus Corona? Propaganda khilâfah yang dibungkus dalam bentuk kajian online di tengah wabah ini (salah satunya) dibuat oleh para aktivis HTI. Seperti selebaran yang diposting di laman Facebook Rokhmat S. Labib (DPP HTI) pada 24 April 2020 dengan mengatasnamakan kajian dakwah yang selalu diisi oleh para aktivis khilâfah; Ismail Yusanto, Hafidz Abdurrahman, Shidiq Al-Jawi dan lain-lainnya.

Kajian ini dibungkus dengan mengatasnamakan upaya meraih berkah di tengah wabah. Namun jika dilihat dari tema-tema yang dikajinya, seperti Târikh al-Khulafâ, Muqaddimah al-Dustûr, Tafsir Al-Wa’ie dan lain-lainnya, dan melihat siapa yang menyampaikan, jelas-jelas tujuannya adalah untuk mempropagandakan khilâfah. Mereka adalah para aktivis khilâfah yang hingga saat ini—meskipun HTI sudah dibubarkan—masih terus menyerukan sistem khilâfah untuk mengganti sistem Demokrasi dan Pancasila di negara tercinta Indonesia. Bukan para aktivis khilâfah jika tidak pandai berkamuflase di tengah sederet problematika yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Mereka memanfaatkan kondisi wabah untuk memuaskan nafsu politik khilâfah di tengah umat.

Baca Juga:

Kajian bulan puasa yang memiliki pahala, yang pahalanya dilipatgandakan adalah kajian yang dapat mengingatkan umat kepada Allah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam di bulan mulia Ramadan. Kajian khilâfah yang pada dasarnya untuk mempropagandakan umat untuk tidak percaya dengan sistem NKRI, Demokrasi, Pancasila dan tidak percaya kepada pemerintah sah, tidak lain hanyalah berbuah ‘dosa’. Lebih-lebih Indonesia adalah negara kesepakatan (mîtsâq) yang di dalamnya terdiri dari beragam agama dan keyakinan. Mempropagandakan khilâfah yang merupakan sistem usang dan tak mampu menyatukan dan memberikan keadilan di tengah keragaman merupakan perbuatan yang dicela agama.

Adanya wabah yang sedang menjadi tantangan bangsa para penyeru khilâfah mencari cela untuk meracun umat dengan khilâfah dan menolak Demokrasi dan Pancasila. Kamuflase ketiadaan syariat Islam yang tidak diterapkan umat selalu menjadi jualan murahan andalan agar umat mau mengikuti jejak kejelekannya. PSBB Online propaganda khilâfah di tengah wabah tidak ada nilai positifnya untuk bangsa Indonesia, justru hanya mengundang ‘dosa’ dan kesia-siaan ibadah puasa. Karena Nabi melalui hadisnya mengharuskan umatnya ketika berpuasa untuk menjauhi sifat propaganda, membenci dan menipu. Jika Nabi juga pernah bersabda, “Ada banyak sekali umatku yang berpuasa namun tidak mendapatkan apapun kecuali lapar dan dahaga”, maka siapa pun yang membuat propaganda khilâfah di bulan puasa Ramadan untuk membuat kebencian kepada negara, bangsa dan pemerintah (bisa jadi) masuk kategori hadis nabi tersebut.

PSBB kajian online di bulan puasa Ramadan memiliki pahala yang berlipat ganda. Ia menjadi penyempurna nilai ibadah puasa umat Islam. Lebih-lebih di tengah wabah yang sedang diperjuangkan oleh umat. Namun tidak dengan PSBB propaganda khilâfah yang dibungkus dalam wadah kajian dan dakwah. PSBB khilâfah bukan mengundang pahala bulan Ramadan, namun justru mengundang ‘dosa’ dan membuat puasa sia-sia. Umat Islam Indonesia harus selektif memilih kajian online di tengah wabah pada bulan suci Ramadhan tahun ini. Jangan terjebak dengan bungkus kajian Islam dan dakwah namun didalamnya berisi propaganda dan seruan khilâfah untuk membenci negara dan pemerintah sah. []

Leave a reply

error: Content is protected !!