Menolak Kemunculan Kembali Sistem Khilafah (Surah Al-Nur: 55)

1
180

Sangkhalifah.co — Surah An-Nur ayat 55 merupakan senjata yang dipakai pendukung khilafah untuk meracuni publik dengan dalih khilafah kembali sebagai wujud kekuasaan umat Islam yang dijanjikan Allah. “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal yang saleh bahwa Dia sesunguhnya akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi...” Mereka berasumsi bagi yang tidak percaya dengan kembalinya khilafah, maka dihukumi murtad.

Dilihat dari segi asbabun nuzul dalam Tafsir Al-Munir, Syekh Wahbah Az-Zuhaili mengatakan: “Ketika Rasulullah Saw bersama para sahabatnya sampai ke Madinah lalu disambut dan dijamin segala keperluannya oleh kaum Ansar, mereka tidak pernah melepaskan senjatanya karena selalu diintai oleh orang kafir. Mereka pun bertanya kepada Rasul: kapan engkau dapat melihat kami hidup aman dan tidak ada ketakutan kecuali kepada Allah?. Kemudian ayat ini turun dengan menjanjikan bahwa mereka akan menguasai kekuasaan di muka bumi.”

Ada beberapa pernyataan kitab tafsir yang mematahkan pandangan yang keliru ini. Sebagian kitab tafsir berpendapat janji yang di maksud dalam ayat 55 ini telah tuntas terpenuhi pada masa Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin. Isinya bahwa Nabi mengatakan bahwa kekhlifahan itu hanya terjadi selama 30 tahun.

Dalam Tafsir At-Thabari mengungkapkan yang membatasi periode janji Allah terpenuhi hingga tiba masa terbunuhnya Khalifah Utsman sebab fitnatul kubra. Begitu pula dalam Tafsir Al-Razi yang membatasinya ada pada tiga khalifah pertama, karena pada masa inilah Islam meluas. Akan tetapi perpecahan dan perang saudara hadir pada masa Sayyidina Ali. Ada juga Sa’id Hawa yang berpandangan bahwa ayat ini akan terus berlangsung hingga semuanya masuk Islam.

Dari beberapa penggalan kitab tafsir tersebut, tidak ada satu pun yang mengatakan kalau janji Allah yang dimaksud adalah kembalinya lagi sistem kekhalifahan di muka bumi yang selama ini digaungkan oleh sekelompok tertentu sehingga meracuni pikiran masyarakat bahwa khilafah itu memang benar-benar dari Allah.

Dalil ‘ala minhajin nubuwwah yang di koar-koarkan kelompok pro khilafah ini sama sekali tidak ada nyambungnya dengan Surah An-Nur ayat 55. Jelas ayat ini tidak sedang berbicara mengenai sistem pemerintahan khilafah.

Umat Islam sejatinya memang harus bisa berkuasa menurut ayat ini dengan cara beriman dan beramal salih, tidak berpaling dari-Nya, mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya. Jika ini sudah terpenuhi sudah otomatis Allah ridha, kemudian Allah akan memberi rasa aman, nyaman bahkan memberi rahmat.

Keberadaan paham yang sempit dengan literatur yang kurang menyebabkan segolongan kelompok gagal memahami ayat Qur’an. Maka tidak heran paham radikal sangat merajalela hingga kelompok tersebut berkeinginan sistem pemerintahan Indonesia harus dirubah dengan sistem khilafah. Tentunya ini sangat bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia.

Selain itu, disamping kita harus mengabdi pada agama, juga harus taat terhadap aturan pemerintah yang telah dibuat. Dengan sistem demokrasi yang ada, negara Indonesia yang berideologi Pancasila, tentu kita tahu negara ini dirancang oleh para ulama Islam, yang tentunya tidak sembarangan dalam mengambil keputusan. [Syfa Fauziyah]

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!