Membebaskan Sekolah dari Cengkraman Intoleransi (1)

2
552

Sangkhalifah.co — Lembaga pendidikan berfungsi sebagai wadah untuk mencerdaskan anak bangsa, baik pada aspek kognitif, karakter maupun spiritual. Mereka lulusan lembaga pendidikan diharapkan menjadi kader bangsa yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa. Semua itu akan terwujud dengan syarat semua unsur pendidikan mulai dari siswa, mahasiswa, guru, dosen maupun staf mendukung secara penuh.

Akan tetapi, faktanya miris. Beberapa survei yang menyebutkan para pengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) mengajarkan Islam yang eksklusif. Islam yang tidak memberikan celah terhadap siapa pun untuk memperoleh percikan kebenaran. Angkanya fantastis, di atas 80%. Salah satu indikatornya, mayoritas para pendidik tidak setuju dengan wacana pendirian rumah ibadah agama lain di lingkungan sekolah.

Dengan kondisi seperti ini, alih-alih mencerdaskan anak bangsa, malah merusak bahkan meruntuhkan bangsa ini secara perlahan. Kerja kontra narasi dan ideologi harus melibatkan ragam sektor pendidikan; dari hulu sampai hilir. Hal tersebut sebagai upaya penanggulangan terhadap kondisi intoleransi di lingkungan sekolah maupun kampus. Dalam video yang berdurasi kurang dari enam menit melalui kanal Cerdas Berkarakter Kemendikbud RI, Kemendikbud ingin memberikan pesan bahwa kita akan bebaskan lingkungan pendidikan dari tindakan intoleransi.

Kemendikbud ingin menyadarkan seluruh elemen bahwa Indonesia ini majemuk. Mulai dari suku, kulit, agama, golongan kepercayaan yang mencapai 190 kepercayaan lokal. Sedangkan agama yang sah yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Di tambah dengan kepercayaan-kepercayaan lokal yang jumlahnya melebihi agama yang disahkan pemerintah. Ini adalah kehendak Tuhan, menolaknya adalah menentang hukum Tuhan.

Pesan lain juga adalah lingkungan sekolah harus dijadikan ajang saling mengenal keberagaman dan bebas dari tindakan intoleransi. Dengan begitu, akan lahir sikap saling menghargai dan menghormati terhadap perbedaan. Karena perlu disadari kurangnya toleransi akan berdampak serius terhadap keharmonisan hidup bersama karena akan timbul sikap tidak saling menghargai.

Indonesia tidak akan maju hanya dengan satu atau dua orang hebat, Indonesia akan maju dengan kita semua. Intinya kita harus saling bergotong royong membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik terutama melalui pendidikan. Istilah yang sering digaungkan, majunya suatu bangsa tergantung pendidikan di dalamnya. Dan gotong royong akan terwujud jika kita saling menghargai, menghormati dan toleransi terhadap mereka yang berbeda dengan kita. Mari kita dukung Kemendikbud untuk memupuk toleransi di sekolah dan membumi hanguskan seluruh bentuk intoleransi. [Beta Firmansyah]

2 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!