Meluruskan Makna Jihad & Meneguhkan Jihad Kebangsaan

0
151

Sangkhalifah.co – Kelompok teroris serba bangga ketika menggunakan label jihad di dalam perjuangannya yang mengatasnamakan Islam. Jihad yang dimaknainya sebagai perang dan pembunuhan terhadap orang yang tidak sepaham seolah menjadi trand mark perjuangannya. Mereka mengatasnamakan jihad untuk menegakkan agama Allah tetapi faktanya merevolusi dan merampas pemerintahan yang sah.

Di tangan kelompok teroris, agama bukan lagi sebagai penebar kedamaian dan pencegah kekerasan, namun menjadikan kekerasan sebagai bagian dari agama. Amar makruf yang bertujuan menebar perdamaian digantikan dengan cara-cara kekerasan.

Imam Al Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi menyebutkan jihad yang dijalankan oleh nabi dan para sahabatnya selalu dilatarbelakangi dua hal. Pertama, karena orang Islam diusik dan tidak boleh melakukan ibadah. Dan kedua, karena orang Islam disakiti secara fisik terus menerus. Satu contohnya jihad yang dilakukan oleh nabi dan para sahabatnya ketika penaklukkan kota Makkah (Fathu Makkah).

Anggapan bahwa Nabi Muhammad yang memulai dalam memerangi kafir Makkah adalah salah. Dasar nabi melakukan itu karena dihalangi untuk beribadah. Padahal mereka telah berjanji akan berdamai jika orang-orang Islam akan melakukan ibadah haji.

Jihad kebangsaan yang dilakukan Nabi bisa dikontekstualisasikan di Indonesia. Misalnya, mempertahankan sebuah negara sebagaimana nabi mempertahankan Madinah dari rongrongan orang yang hendak memerangi dan merusak negara. Juga mempertahankan wilayah kekuasaan negara dari pihak yang hendak menguasai dan mengusir kita dari negeri kita sendiri.

Jihad demikian yang semestinya disadari oleh kelompok radikal-teroris agar apa yang dilakukan tidak malah melanggar syariat agama. Agar jihad yang dilakukan bukan sekedar menunggangi agama untuk melakukan kekerasan.

Sejarah resolusi jihad yang digelorakan oleh KH Hasyim Asy’ari dalam konteks mempertahankan wilayah kekuasaan negara dari jajahan Belanda dan sekutunya. Artinya, mempertahankan Indonesia dengan ideologinya yakni Pancasila adalah merupakan jihad yang dibenarkan dalam agama.

Indonesia harus dipertahankan dari rongrongan pihak yang hendak menggantinya, baik itu komunisme, PKI, penyeru khilafah Islamiyyah. Jihad kebangsaan itu akan terus berlaku sebagai upaya mempertahankan Indonesia dari rongrongan yang hendak merubah sistem dan Pancasila. KH Makruf Amin menegaskan jihad dalam konteks keindonesiaan, salah satunya mempertahankan NKRI.

Ketika tujuannya dinilai sebagai tindakan jihad maka semestinya pun proses dan perangkatnya dinamakan jihad. Bagi kaum milenial, kata Wapres, menghindari dan menolak hoax pun bagian dari jihad. Jihad mempertahankan keutuhan NKRI dari hal-hal yang dapat mengacaukan keutuhan bangsa. Semua elemen yang berusa mempertahankan NKRI hakikatnya sedang berjihad. Polri dan TNI berjihad. Pemerintah, DPR dan MPR berjihad. Para tokoh agama yang setia dengan NKRI pun berjihad. Kita semua yang terus menjaga bangsa Indonesia sedang berjihad, jihad kebangsaan. [Lufaefi]

Leave a reply

error: Content is protected !!