Lomba BPIP Heboh, Makmun Rasyid: Fakta di Indonesia Masih Ada yang Anti Pancasila

0
357

Sangkhalifah.co — Aktivis kontra narasi-ideologi Makmun Rasyid memberikan pernyataan tegas atas kehebohan flyer lomba menulis yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mengambail fokus kajian penguatan wawasan kenegaraan, lebih spesifiknya “hormat bendera menurut Islam” dan “menyanyikan lagu kebangsaan menurut Islam”.

“Lomba ini dalam konteks ingin memperteguh keyakinan kita bahwa perangkat negara tidak bermasalah dalam pandangan agama. Terkait spesifikasi berupa perspektif Islam, telah dituliskan penyelenggara BPIP bahwa penulisan ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021,” ujarnya.

Makmun Rasyid menambahkan bahwa di lapangan dan media sosial memang masih terdapat gerakan anti-Pancasila dan narasi-narasi yang ingin menggantikan Pancasila, baik tersirat maupun tersurat. Seperti kelompok Hizbut Tahrir Indonesia dkk.

“Yang ingin saya katakan, bahwa lomba yang dilakukan BPIP tidak sekali ini, di dalam perjalannya ada memiliki konteks spesifikasi tidak masalah. Dan fokus tema karena di media sosial masih banyak yang anti Pancasila seperti Hizbut Tahrir Indonesia, mengharamkan nyayi lagu Indonesia Raya seperti Khalid Basalamah kemarin, dan gerakan pergantian sistem/ideologi NKRI lainnya,” tambahnya.

Ia pun menyoroti salah satu pengurus MUI Anwar Abbas yang menyarankan agar BPIP dibubarkan dan menganggap lembaga BPIP tidak memiliki kepekaan sosial di tengah pandemi.

“Kalau bicara Anwar Abbas, anggap angin berlalu saja. Dia memang kerjaannya kritik pemerintah dan jangan harap mengapresiasi. Sama seperti kita tidak bisa mengapresiasi dirinya karena memang tidak ada yang layak diapresiasi. Biarkan saja dia berkoar-koar, lomba BPIP tetap dilanjutkan saja,” pungkasnya.

BPIP selama di ketuai Prof. Yudian Wahyudi, menurut Co-Founder CICSR ini juga mulai tampak tajinya, termasuk program-program di lapangan serta sosialisasi di masyarakat.

“Perubahan pasti ada di semua pemimpin. Untuk berkata maju 100 persen tidak mungkin akan kita temukan di semua pemimpin, tapi perubahan ke arah kemaslahatan negara telah ditunjukkan lembaga Badan Pembinaan Idoelogi Pancasila ini. Orang-orang yang ingin membubarkan BPIP kalau kita tracking jejak digitalnya kan kita tahu dari masa asalnya dan sponsor kehidupannya,” tuutpnya. []

Leave a reply

error: Content is protected !!