Labelisasi Khawarij dan Teroris Pengasong Khilafah, Fakta Atau Tuduhan?

0
114

Sangkhalifah.co — Sikap yang paling dibenci Islam salah satunya ada pada kelompok Khawarij. Ia adalah kelompok yang pada mulanya mendukung kelompok Islam Ali Ibn Abi Thalib namun kemudian keluar. Disebut “khawarij” sebab mereka keluar dari Din al-Islam dan pemimpin Muslim. Awal mula keluarnya kelompok Khawarij dari barisan umat Islam karena ketidaksetujuan pada musyawarah yang dilakukan Ali Ibn Abi Thalib dengan Mu’awiyah (arbitrase). Dalam melampiaskan ketidaksetujuannya, kelompok Khawarij identik dengan sikap memaksa, melancarkan kekerasan, dan bahkan menumpaskan darah sesama Muslim. Salah satu ciri lain yang identik dari kelompok ini adalah kampanye menerapkan syariat Islam versi kelompoknya. Siapapun yang tidak mengikuti syariat Islam versinya, maka dicap kafir.

Identitas kelompok Khawarij hari ini ternyata tidak menghilang. Cirinya dengan hobi memaksa keyakinannya kepada kepada orang lain, melancarkan kekerasan, dan menumpahkan darah sesama Muslim direpresentasikan oleh sebagian kelompok Islam para pengasong khilafah. ISIS dan HTI, adalah dua kelompok yang mengaku Islam dan merepresentasikan Khawarij di masa modern. Baik ISIS maupun HTI, selalu memaksakan khilafah untuk tegak di negara-negara dunia. Meskipun, paksaannya itu tidak ada yang menerima dari negara manapun. Dalam hal sikap kekerasan, ISIS dan HTI adalah dua kelompok yang identik dengan itu. ISIS adalah kelompok yang telah membunuh banyak orang yang tidak berdosa. Di Irak dan Suriah, ISIS telah banyak merenggut nyawa orang-orang Islam yang tak berdosa. HTI pun demikian, ia adalah kelompok yang yang terlibat banyak melakukan kekerasan dengan upaya kudeta di berbagai negeri. Pimpinan HTI di Indonesia, bahkan pernah menyeru agar TNI menyerahkan kekuasaan kepada HTI. HTI melancarkan kekerasan atas nama agama Islam. Selain labelisasi Khawarij, label terorisme melekat pada para pengasong khilafah. Baik ISIS maupun HTI telah terbukti melancarkan aksi kekerasan di banyak peristiwa yang memilukan dunia.

Bukti kekerasan ISIS dan HTI tidak bisa dibantah oleh siapapun. Sky News, pada Januari 2020 merilis sebuah berita bahwa anak-anak di Suriah sering menjadi sasaran tembak ISIS. ISIS bahkan memasang bon dari di sekolah hingga di rumah sakit. Sky News juga menyebut bahwa ISIS kerap memperkosa gadis masih kecil umur 9 tahun. Anak-anak Suriah banyak mengalami kekerasan, sehingga banyak dari mereka yang terbunuh, cacat, terluka dan hingga menjadi Yatim Piatu. Sementara kekerasan HTI sebagian dipaparkan oleh Fethi Mansori dalam bukunya Political Islam and Human Security. Beberapa di antaranya, Hizbut Tahrir bergabung dengan Militer Turki untuk mengelabuhi mereka dengan memanas-manasi mendirikan khilafah. Catatan teror Hizbut Tahrir juga terpotret di Yordania pada 1969, dengan isu yang sama, mengelabuhi para militer hingga beberapa di antaranya dipenjara karena melakukan perbuatan subversif.

Lantas, apakah labelisasi Khawarij pada HTI dan ISIS sangat tepat? Ataukah kita salah tuduh anggapan tersebut terhadap kelompok pengasong khilafah ini? Hizbut Tahrir menolak pandangan demikian. Menurut mereka, HT tidak bisa dilabelisasi sebagai Khawarij, dengan beberapa alasan. Pertama, HT tidak pernah menganggap orang Islam sebagai kafir sebagaimana Khawarij menganggap selain kelompoknya. Kedua, HT meyakini bahwa semua sahabat adalah adil. Dan ketiga, perjuangan HT menegakkan khilafah tidak dengan mengkafirkan orang yang tidak setuju dengan diri mereka. Tentu saja, jawaban kelompok pengasong khilafah ini bertentangan dengan faktanya. Jawaban para pengasong khilafah dirinya bukan Khawarij tidak menjawab labelisasi khilafah atas diri kelompoknya.

Untuk membaca sekaligus memperkuat bahwa para pengasong khilafah ISIS dan HTI adalah Khawarij zaman kini kita bisa membacanya dari klasifikasi yang dibatasi oleh Nabi tentang siapakah Khawarij itu. Salah satu Hadis Nabi dalam Sahih Bukhari menegaskan, “Nanti akan muncul di antara kamu, kaum yang menghina salat kamu dibanding salat mereka. Dan puasa kamu dibanding puasa mereka. Amal perbuatan kamu dibanding amal mereka. Mereka membaca Al-Qur’an tetapi hanya sampai pada kerongkongan. Mereka memecahbelah agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.” (HR. Bukhari). Hadis ini memberi poin-poin tentang siapa Khawarij, pertama, dialah yang sering menyalahkan orang lain. Dan kedua, ia gemar memecahbelah satu kelompok dengan kelompok yang lain. Ini selaras dengan sikap para pengasong khilafah yang selalu menyalahkan konsep keagamaan orang yang tidak mengikuti ajaran khilafahnya. Mereka juga gemar memecahbelah umat dengan membuat onar melalui adu domba di media.

Huda Willy dalam artikelnya menegaskan bahwa HTI dan juga ISIS adalah representasi Khawarij masa kini. Menurutnya, hal itu sebab mereka gemar mengkafirkan. Jika Khawarij zaman dulu mengkafirkan Ali dan umat Islam di luar kelompoknya, maka HTI dan ISIS mengkafirkan Pancasila, UUD, dan NKRI serta orang-orang yang tidak tunduk pada konsep khilafahnya. Padahal menurutnya, ulama-ulama Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Shidiq, KH As’ad Syamsul Arifin, KH Bisri Syamsuri dan KH Maimon Zubair, semuanya sepakat bahwa Pancasila, UUD, dan NKRI adalah hasil ijtihad dari para ulama dan para pendiri bangsa. Harusnya, kelompok khilafah merujuk ulama-ulama Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi kealimannya. Akan tetapi, mereka merasa lebih pintar dengan ulama-ulama itu sehingga enggan mengakui keilmuannya. Atau jika tidak demikian, dan tetap mengusung khilafah, sebetulnya mereka meyakini bahwa ulama-ulama Indonesia tersebut tidak faham soal khilafah.

Jelas bahwa para pengasong khilafah baik ISIS maupun HTI adalah representasi dari Khawarij zaman modern. Mereka identik dengan ciri yang digambarkan Nabi Muhammad melalui hadis sahihnya. Mereka juga, meski takut terang-terangan, tidak meyakini bahwa kyai-kyai di Indonesia ahli dalam soal keagamaan khususnya dalam soal khilafah islamiyyah dan Pancasila. Mereka jelas menganggap ulama-ulama kita sebagai orang Kafir sebab masih mengakui Pancasila, UUD, dan NKRI. Jika Khawarij meyakini ke-khawarij-annya secara terang-terangan, akan tetapi ISIS dan HTI tidak. Bahkan mereka mengumpatkannya. Tapi sebetulnya, mereka lebih Khawarij daripada Khawarij, sebab meski mereka faham soal bahaya Khawarij, namun tetap saja berperilaku seperti Khawarij. []

Leave a reply

error: Content is protected !!