Kudeta dan Pelarangan Hizbut Tahrir di Berbagai Negara

4
433

Oleh: Makmun Rasyid

Sangkhalifah.co Kelahiran HT merupakan respon dari pendirinya, Taqiyudin al-Nabhani terhadap gerakan Islam, Ikhwanul Muslimin (IM). Pada awalnya, Taqiyudin merupakan anggota dari IM. Namun karena sudah tidak sepakat lagi dengan pemikiran politik IM yang menerima negara-bangsa dan demokrasi. Menurut Taqiyudin, kedua hal itu merupakan produk masyarakat modern (Barat), sehingga tidak bisa diterima dan dijadikan alat bagi penegakan Negara Islam. Untuk itulah ia mendirikan HT yang ingin menegakkan Khilafah Islamiyyah sebagai sistem politik yang menurutnya lebih Islami.

Sayangnya, pemikiran HT yang seperti ini kemudian berbenturan dengan realitas politik di negara-negara Islam sendiri. Mengapa? Karena sebagian besar negara di Timur Tengah itu telah menjadi negara-bangsa. Sejak dideklarasikan pada tahun 1953 di Al-Quds (saat itu di bawah yurisdiksi Yordania yang dikuasai Inggris), HT senantiasa berseberangan dengan pemerintah yang berkuasa. HT juga bertentangan dengan para aktivis nasionalisme Arab.

Pemerintah Yordania segera melarang HT dan melakukan penangkapan terhadap pengurusnya, tidak lama setelah partai ini dideklarasikan. Taqiyudin bersama Dawud Hamdan ditangkap di Al-Quds, sementara Munir Syaqir dan Ghanim Abduh ditangkap di Amman. Semuanya dijebloskan dalam penjara. Berkat petisi sekelompok wakil rakyat, Taqiyudin kemudian dibebaskan.

Sejak saat itu HT harus bergerak secara underground, menjadi gerakan sembunyi-sembunyi di Yordania dan Syiria. Pada November 1953, Taqiyudin berpindah ke Damaskus. Saat itu intelijen Syiria membawa Taqiyudin ke perbatasan Syiria-Lebanon. Atas bantuan Mufti Lebanon, Syekh Hasan al-Alaya, akhirnya ia diizinkan masuk ke Lebanon yang sebelumnya melarangnya. Taqiyudin lalu menyebarkan pemikirannya di Lebanon dengan leluasa sampai tahun 1958, yaitu ketika pemerintah Lebanon mulai mempersempit kehidupannya karena merasakan bahaya dari pemikirannya. Akhirnya, Taqiyudin berpindah dari Beirut ke Tharablus dan terpaksa mengubah penampilannya agar leluasa menjalankan kepemimpinan HT. Sejak saat itulah gagasan dan gerakan HT harus disebarkan secara diam-diam, sehingga mulai menyebar terutama di Yordania, Syiria dan Lebanon.

Meskipun demikian, Yordania dan Palestina adalah tempat utama kaderisasi dan pengembangan HT. Pergolakan Palestina yang tidak ada habisnya menjadi ladang subur persemaian gerakan HT. Hal ini dikarenakan, pertama, Taqiyudin lebih banyak bergerak di kawasan ini, sehingga memungkinkan untuk selalu melakukan kaderisasi. Kedua, Palestina membutuhkan kerangka ideologi yang lebih kuat guna memperjuangkan pembebasan tanah airnya dari Yahudi. Dalam hal inilah HT kemudian menawarkan kerangka alternatif yakni membangun daulah Islamiyyah berdasarkan prinsip kekhalifahan global.

Baca Juga:

Pengaruh HT ini sudah tampak dalam organisasi PLO (Palestine Liberation Organization). Khaled Hasan adalah salah satu pendiri PLO yang juga pendiri HT. begitu juga Syekh Assad Tamimi, ulama yang sangat dipandang di Palestina. Mereka adalah kader-kader HT yang cukup disegani. Kader utama HT lainnya adalah Syekh Abdul Qodim Zallum, yang menjadi pemimpin pasca meninggalnya Taqiyudin pada tahun 1977.

Tokoh penting lainnya adalah Syekh Ahmad Tamimi, tokoh spiritual Palestina. Mereka semua mengenal terlebih dahulu gagasan-gagasan IM. Namun selanjutnya lebih memilih mengembangkan gagasan khilafah. Pengaruh HT cukup terasa dalam tubuh Palestinian Islamic Jihad. Kelompok jihad ini berbasis di Syiria yang didirikan oleh Syekh Abdullah Ramadan Shallah dan Fathi Shaqaqi. Para aktivis HT umumnya mem-back-up kelompok ini.

Disamping menginfiltrasi PLO dan gerakan lainnya, seperti Hammas dan Hisbullah, aktivis HT juga berusaha mempengaruhi sejumlah proses politik di Yordania. HT melakukan penyusupan ke tubuh Angkatan Bersenjata Yordania pada tahun 1969 dalam upaya menggulingkan kekuasaan. Namun upaya ini mengalami kegagalan. Hal sama dilakukan pada tahun 1971. Penyusupan ke tubuh militer juga dilakukan di Selatan Irak pada tahun 1972. Lagi-lagi, usaha ini mengalami kegagalan.

Sejumlah kudeta dan pembunuhan politik di Mesir, Yordania, Tunisia dan beberapa negara Timur Tengah pada dekade 1970 diduga melibatkan aktivis HT. Kudeta di Mesir tahun 1974 yang melibatkan Salih Sirriyah dan pembunuhan Anwar Saddat pada 1984, diduga melibatkan aktivis HT. Begitu juga usaha pembunuhan Raja Husein, Yordania.

Meskipun gerakan HT terkonsentrasi di Yordania, Palestina dan Syiria, melalui kader-kadernya, gagasan khilafah ternyata mulai mendapat tempat di sejumlah negara. Pola persebarannya terutama melalui kampus-kampus. Pada April 1967, HT telah beroperasi di Turki melalui sejumlah mahasiswa Yordania yang kuliah di Universitas Ankara. Gerakan ini mampu menarik minat mahasiswa dan akademisi Turki, termasuk Ali Nihat Eskioge, seorang astronom. Tokoh penting lainnya adalah Annan Mohammad Ali dan Emir Ercumend. Mereka secara terbuka berani menyebarkan pamflet yang berisi seruan menghidupkan kembali khilafah.

Akan tetapi dengan segera gerakan ini ditekan oleh militer, dan para pemimpinnya di tahan pada tahun 1967. Sejak saat itu, HT Turki kembali memasuki kehidupan clandestine. Kemunculannya kembali baru terjadi pada tahun 1985 dan 1986 melalui pengedaran “Konstitusi HT”. Namun sekali lagi aksi ini harus menghadapi tekanan dan sekitar 42 orang anggota HT harus ditahan, termasuk Ahmad Kilikaya, salah seorang tokoh penting HT Turki. Pemerintah Turki tampaknya terus memburu para pemimpin HT. Pada tahun 2001, Remzi Ozer, pemimpin HT dipenjara. Selanjutnya pada Mei 2003, Emir Yilmaz Celik dan 93 pengikutnya dipenjara.

Selain di Timur Tengah, HT juga menyebar di Asia Tengah dan Eropa. Sekarang ini, HT mengklaim telah tumbuh di sekitar 40 negara. Setelah Taqiyudin meninggal, dipimpin oleh Abdul Qodim Zallum, dimana kepemimpinanya berlangsung hingga 2003. Setelah Zallum meninggal pada 2003, komando HT dipegang oleh Ata Ibnu Khalil Abu Rastha alias Abu Yasin. Dia adalah orang Palestina yang sebelumnya menjadi juru bicara HT Yordania. Diyakini Abu Rashta sekarang mengendalikan HT dari The West Bank. Abu Rastha didampingi oleh Khaled Hassan, pendiri organisasi Fatah, salah satu faksi yang tergabung dalam Palestine Liberation Organization dan tokoh spiritual HT yaitu Syeikh Assad Tamimi (Ideologi Gerakan Pasca Reformasi, 2012: 85-90).

Dengan demikian, di negara-negara Muslim pun, HT dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Alasannya jelas, mereka ingin mengganti sistem kenegaraan yang mapan di negara-negara tersebut, yakni negara-bangsa. Penggunaan kekerasan, dari percobaan kudeta hingga terorisme membuat negara-negara itu memiliki alasan kuat melarang HT. Sebagaimana tergambar di infograsi di atas, HT dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh Pemerintah Yordania karena mengancam kedaulatan negara (1953), dilarang di Suriah lewat ekstra yudisial (1998-1999), diduga melakukan kudeta di Mesir (1974), menjadi ancaman Pemerintah Abdul Aziz Arab Saudi, dinyatakan menjadi ancaman pemerintah Pakistan (2004), memicu kegelisahan Pemerintahan Khadafi Libya, mengancam kehidupan damai di Bangladesh (2009), serta dinyatakan sebagai organisasi ekstrim oleh Pemerintah Kazakhstan (2005) dan organisasi menyimpang oleh Pemerintah Malaysia (2015). HT juga diduga mendalangi pengeboman di Tashkent Uzbekistan pada 1999, diduga terlibat terorisme di Kazakhstan pada 2005 dan di Tajkistan pada 2003.

Ketika pada 2017, Pemerintah RI melalui ketegasan Presiden Joko Widodo membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI); hal itu merupakan langkah tepat sebagaimana dilakukan negara-negara Muslim tersebut. []

4 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!