Kompolnas Poengky Indarti Sebut Narasi Fadli Zon Soal Densus Mirip Teroris

1
103

Sangkhalifah.co — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengatakan usul Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dibubarkan merupakan narasi yang kerap dibangun oleh kelompok teroris atau Narasi serupa memang pernah disuarakan oleh eks napi teroris Abu Bakar Ba’asyir.

Abu Bakar Ba’asyir bersama dengan Forum Umat Islam (FUI) bahkan mengajukan gugatan pembubaran Densus 88 pada 2007. Ba’asyir sempat berkomentar bahwa usaha yang dilakukannya ini sudah maksimal.

Dia ingin membubarkan Densus atas dasar tuntutan iman. Pada akhirnya, gugatannya pun ditolak. “Ya sudah, yang penting ada perlawanan, kita melaksanakan tuntutan iman. Kita melawan sesuai kemampuan,” katanya saat hadir dalam sidang di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta, 19 Juni 2007.

Abu Bakar Ba’asyir dinyatakan sebagai tersangka oleh Polri atas pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afghanistan terkait jaringan terorisme pada 18 Oktober 2002. PN Jakpus memvonis 4 tahun penjara. Tapi putusan ini dibatalkan oleh MA karena tidak terlibat terorisme.

“Selama ini, narasi-narasi yang menyatakan Densus 88 harus dibubarkan adalah narasi-narasi dari kelompok teroris dan kelompok radikal, sehingga menyesatkan,” kata Poengky.

Poengky mengatakan bahwa pernyataan itu berbahaya jika disampaikan oleh anggota DPR. Bisa membuat kelompok teroris semakin yakin dengan narasi yang dibangun.

Poengky mengatakan bahwa Kompolnas, sebagai pengawas fungsional Polri, melihat kinerja Densus sangat efektif selama ini. Dia menyebut Densus merupakan satuan khusus penanganan anti teror terbaik di dunia.

Atas dasar itu, ia menyebut pernyataan Fadli tidak berdasar. Terlebih, Fadli saat ini bukan anggota Komisi III di parlemen yang menjadi mitra atau pengawas Polri.

“Densus 88 sejak didirikan hingga saat ini sudah berhasil menegakkan hukum terhadap para teroris di Indonesia,” tutupnya. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!