Kombes Aswin: Densus Tidak Saja Menindak, Tapi Juga Pencegahan dan Reintegrasi

0
225

Sangkhalifah.co — Pada hari Kamis pagi 01 Oktober 2021, bertempat di Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar dilaksanakan Ikrar Setia terhadap NKRI dan “Lepas Baiat” oleh seorang narapidana kasus terorisme terhadap Muhammad Basri bin Barjo alias Bagong alias Opa.

Basri pernah menjadi pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) setelah Santoso selaku pemimpin MIT sebelumnya tewas di tangan petugas. Pada bulan Agustus lalu Basri bahkan pernah meminta Ali Kalora cs. yang masih bergerilya di Gunung Biru, Poso, untuk menyerah dan berhenti melanggar hukum serta bersama-sama membangun Poso.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kalapas Khusus Kelas IIA Karanganyar, perwakilan Bapas Nusakambangan, dari pihak Kemenag Cilacap, tim Satgassus Densus 88 Nusakambangan, tim Idensos Densus 88 AT Polri dan Polsek Nusakambangan. Acara tersebut diwarnai dengan pengucapan Ikrar Setia NKRI, pembacaan Pancasila dan prosesi penghormatan serta penciuman bendera Merah Putih oleh Basri.

Terpidana terorisme Basri alias Bagong mendapatkan vonis 19 tahun di PN Jakarta Selatan pada tahun 2007. Basri diperkirakan akan bebas pada tahun 2029 dan merupakan warga Gebangrejo, Poso Kota. Setelah melakukan Ikrar Setia NKRI, Basri langsung dilakukan pemindahan ke Blok B, sebagai masa observasi dan persiapan sebelum dipindahkan penahanannya ke Lapas maximum security Besi, Nusakambangan.

Kombes Pol Aswin Siregar dari Densus 88 dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa Basri berubah pemahamannya sejak mengikuti program penggalangan antar narapidana yg diselenggarakan oleh Tim Satgassus Densus 88 Nusakambangan dan sempat dipertemukan dengan narapidana lainnya, mantan amir JAD Alexander Rumatery alias Iskandar alias Abu Qutaibah dan Unul Usman Paise mantan anggota MIT.

“Densus 88 tidak hanya melakukan penangkapan saja, kami juga melakukan upaya deradikalisasi dan reintegrasi secara berkelanjutan, baik terhadap Napiter maupun yang telah bebas dari pemenjaraan”, ujarnya.

Aswin menambahkan, penangkapan yang kami lakukan bukan hanya untuk menjerakan, tapi juga agar bisa mendapatkan ruang berdiskusi dan pendekatan secara humanis dengan para Napiter.

“Ikrar setia terhadap NKRI dan Pancasila yang dilakukan oleh Basri, Alexander dan Unul adalah buah dari berbagai upaya Densus 88 di Lapas-Lapas untuk meluruskan pemikiran ideologis yang menyimpang dari para Napiter”, tutupnya. []

Leave a reply

error: Content is protected !!