KH Makruf Amin: Ekstremisme-Terorisme Masih Terus Bermetamorfosis

1
332

Sangkhalifah.co — Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Makruf Amin menghadiri acara peluncuran Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Tahun 2020-2024.

KH Makruf Amin mengatakan tujuan diluncurkan RAN PE ini untuk meningkatkan perlindungan hak atas rasa aman warga negara dari ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

“Saat ini kita masih menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremsime dan terorisme yang memunculkan ragam kejadian yang berbasis kekerasan. Hal ini secara nyata merupakan gangguan keamanan dalam kehidupan masyarakat dan mengancam ideologi juga sistem dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Kita berkewajiban untuk mencegah dan menanggulangi intoleransi, radikalisme dan terorisme meski potensi radikalisme kini sudah mengalami penurunan sebagaimana rilis yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

“Saya mengapresiasi terhadap semua pihak yang terkait yang melakukan kerja keras, mendukung kebijakan deradikalisasi dan kontra radikalisme sehingga mengalami kemajuan yang signifikan,” tambahnya.

Wakil Presiden juga menambahkan bahwa kita tidak boleh berpuas diri atas hasil yang didapatkan karena pola dan pergerakan yang kerap bermetamorfosis.

“Kita masih dihadapkan pada ancaman ekstremisme dan radikal-terorisme yang selalu bermetamorfosis dalam banyak pola dengan mengusung isu-isu yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Ancaman ini telah menciptakan kondisi rawan serta gangguan atas stabilitas dan keamanan nasional,” lanjutnya.

KH Ma’ruf Amin juga menegaskan terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusian dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan penganutnya melakukan ekstremisme dan terorisme. Dalam pandangan Islam, ekstremisme dan terorisme atas nama agama merupakan sikap berlebih-lebihan dalam beragama. Dan terorisme bukanlah jihad yang berkaitan dengan upaya perbaikan karena karakter dari terorisme adalah merusak,” tutupnya []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!