Ken Setiawan: Radikalisme Itu Musuh Bersama Kita

1
166

Sangkhalifah.co — Persoalan radikalisme dan terorisme atas nama agama di Indonesia seperti virus ganas yang mematikan orang yang tidak memiliki imun yang kuat. Virus itu mudah menyebar ke mana saja, termasuk di kalangan pelajar, mahasiswa, buruh bahkan kalangan aparat dan birokrasi pemerintahan juga sebebriti juga banyak terindikasi terpapar.

Ken Setiawan membenarkan bahwa segala lini telah ditabur virus ganas yang bisa menghancurkan negara jika tidak dilumpuhkan gerakannya. Ia menjelaskan segala sesuatunya diawali dari sikap intoleran dan benih-benih pemikiran radikalisme dikembangkan sejak usia dini lewat ragam pendidikan terpadu bahkan melalui tayangan kartun anak.

“Saya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait hal ini. Sebenarnya kelompok radikalisme atas nama agama jumlahnya tidak banyak, tapi mereka bergerak 24 jam secara masif terstruktur dan sistematis. Sementara kelompok masyarakat yang moderat cenderung memilih diam dan membiarkan,” tegas Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center ini.

Masyarakat seperti kita ini dianggap oleh seseorang maupun kelompok yang telah terpapar akan menganggap orang lain sebagai musuh. Pengertian musuh di sini bisa diartikan beragam, bahkan dari pengertian musuh itu seseorang dianggap halal darahnya.

“Kelompok radikal-teroris ini kerap menganggap kita semua di luar kelompoknya adalah musuh dan orang kafir yang harus diperangi, sementara kita tidak menganggap mereka sebagai musuh, itu yang terjadi,” jelasnya.

Masyarakat Indonesia ini sebenarnya sudah muak dengan pola beragama yang ekstrem begitu. Tapi umumnya mereka disebabkan dua faktor, seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah. Mereka muak tapi mereka diam karena adanya penyertaan dengan ancaman. Dan juga mereka yang pernah tergabung tapi kini telah insap. Mereka juga tidak berani tampil ke publik.

“Masyarakat sebenarnya sudah marah terhadap fenomena pergerakan tersebut, tapi ketika mau mengkritisi maka akan mendapatkan stempel anti Islam, kafir dan komunis. Stempel ini memberatkan secara psikologis mereka. Belum lagi ancaman dari orang-orang yang mengetahui keberadaannya,” tambahnya.

Mantan aktivis NII ini menganggap bahwa kelompok radikalisme bisa menang dan berkuasa, bahkan negara bisa hancur lebur seperti di Suriah, hal itu bukan karena radikalis itu hebat, tapi karena mereka orang yang baik dan moderat serta terdidik di Suriah diam dan enggan bersuara.

“Masih ingatkah, 10 tahun yang lalu ISIS begitu menggoda, dan orang yang semangat agamanya tinggi namun buta pengetahuan berangkat ke Suriah dan kini terlunta-lunta. Mereka tidak paham geo-politik dan dunia kehidupan secara utuh, akhirnya mereka tersesat. Mereka terpesona oleh jihad bodoh dan khilafah palsu, entah berapa ribu keluarga yang ikut-ikutan jihad bersama ISIS kini sengsara,” tutup Ken. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!