Kelompok Teror: Mengaku Islam Tapi Merendahkan Ajaran Islam

0
261

Sangkhalifah.co — Sejak setelah peristiwa September 2001 terkait aksi teror di World Trade Center (WTC) New York, Amerika Serikat, aksi terorisme tak pernah surut. Berbagai bom digelontorkan oleh mereka yang merasa paling berislam. Minggu ini kelompok teror kembali menyeruak. Aparat kepolisian dan Densus 88 telah menangkap ratusan kelompok teror Jama’ah Islamiyah (JI) di berbagai daerah.

Kelompok teror ini di mana-mana mengaku beragama Islam, bahkan mengaku paling sempurna dalam berislam. Namun kenyataannya tidak demikian. Di berbagai negara Muslim, kelompok teror mencekam dan mengancam masyarakat yang tidak berdosa. Anak-anak dan perempuan diintimidasi bahkan diperkosa atas nama menjalankan agama.

Diperparah oleh media Barat, yang dengan semangat menginformasikan kejadian teror di dunia, Islam diasumsikan sebagai agama peperangan dan kekerasan. Bagi mereka Islam bukan agama kecuali hanya agama kekerasan yang sarat perpecahan umat di dalamnya. Perlakukan segelintir orang (kelompok teror) digeneralisasi menjadi seluruh pemeluk Islam sebagai orang-orang yang ekstrem laiknya kelompok teror yang mengaku berislam.

Dampak buruknya, islamophobia berkembang di mana-mana. Orang takut berkawan dengan muslim. Ada banyak orang-orang yang tidak nyaman lagi tinggal di bumi karena setiap hari harus menghadapi kekerasan. Hari-harinya dilalui dengan menghadapi bom dan serangan oleh sebagian saudaranya yang merasa paling benar dalam beragama.

BNPT: 85 Persen Generasi Milenial Rentan Radikalisme

Adanya sebagian kelompok teror disadari atau tidak telah membuat dunia Islam terjatuh dengan amat terpuruk. Orang-orang model demikian itu yang kehilangan keseimbangan, kehilangan akal sehat, dan hati nuraninya sudah tidak lagi berfungsi. Barat memang tidak suka dengan Islam, tetapi apakah perlu dilawan dengan tindakan bodoh seperti melakukan bom bunuh diri? Merusak fasilitas negara yang diklaim adalah produk Barat? Justru karena demikian itulah Barat mudah masuk dan merusak karena internal Islam sendiri bobrok karena sebagian umatnya yang mudah tersulut.

Islam yang memandang bahwa umat manusia sebagai satu kesatuan yang tak terbelah. Firman Allah dalam QS. Al-Anbiya ayat 107, “Dan Kami tidaklah mengurusmu (Muhammad) kecuali sebagai Rahmat bagi alam semesta”. Kita boleh saja melawan orang-orang demikian, tetapi harus dengan cara-cara cerdas dan elegan, agar Islam tidak diinjak-injak seperti efek dari apa yang dilakukan kelompok teror yang menjadikan Islam sebagai agama yang tersudut.

Tidak ada misi Islam sedikit pun dalam perjuangan para kelompok teror, sekalipun memakai nama Arab atau yang lainnya. Tidak diragukan lagi apa yang dilakukan kelompok teror adalah sebuah pengkhianatan telanjang kepada misi kenabian yang amat menghargai kemuliaan manusia. Apa yang dilakukan kelompok teror adalah tindakan gelap mata yang amat terkutuk dikecam agama Islam.

Catat Humanisme Dalam Konsep Islam Rahmtan lil Alamin

Mau atau tidak mau, sebagai rakyat yang cinta Indonesia kita wajib menghentikan lajur deras gerakan radikal-teroris yang merugikan bangsa ini. Jangan sampai Indonesia seperti Suriah, yang jutaan rakyatnya terpecah porak-poranda akibat perang antar-saudara.

Salah satu indikasinya, munculnya seseorang yang tidak jelas dan ideologinya bertentangan dengan ideologi kesepakatan dalam sebuah negara. Adalah Abu Bakar al-Baghdadi, yang kemudian muncul di tengah kemelut perang Suriah, yang mengaku sebagai khalifah ISIS dan harus menggantikan Presiden Suriah, Bashaar Ashaad yang harus tumbang dan menyerahkan kekuasaannya kepada ISIS. Jangan sampai Indonesia seperti peradaban Arab Muslim di Timur Tengah yang mengalami krisis keislaman.

Al-Qur’an memang masih menjadi bacaan mereka, namun sebagai petunjuk kehidupan bagi mereka tidak lagi berfungsi. Karena apa yang dilakukan oleh kelompok teror murni karena nafsu kekuasaan, bukan ajaran Islam. Peradaban Arab Muslim di Timur Tengah harus kita bendung sama-sama, jangan sampai menggelinding ke Indonesia. Karena sedikit saja bangsa ini merasakan getahnya seperti Suriah, tidak menutup kemungkinan jika negara akan porak-poranda. Penguasa, intelektual, dan ulamanya, harus bersama untuk menghadang krisis yang bisa saja melanda bangsa Indonesia. [Lufaefi]

Leave a reply

error: Content is protected !!