Kadensus 99 GP Ansor: Tingkatkan Kewaspadaan Gerakan Teroris di Media Sosial

1
459

Sangkhalifah.co — Gerakan radikalisme tahun 2019 ada saja setiap bulannya. Begitu pula penangkapan-penangkapan oleh Densus 88 di tahun 2020. Bukti masih adanya gerakan radikal, baik di dunia nyata dan maya membuat Kadensus 99 GP Ansor, Mohammad Nuruzzaman buka suara saat di wawancara pihak Sangkhalifah, 28/05/2020 via WhatsApp.

“Semangat beragama yang tinggi tanpa didukung ilmu pengetahuan yang memadai menjadi sebab seseorang ekslusif dan bertindak intoleran. Dari sini akan melahirkan sikap takfiri, meningkat menjadi penganut radikalisme dan terorisme,” ujar pria yang akrab disapa Bib Zaman.

Nuruzzaman menjelaskan, banyak konten intoleransi yang tersebar di media sosial, khususnya masa pandemi ini bahkan saat bulan puasa Ramadan. Hal ini kalau tidak diwaspadai akan berlanjut menjadi gerakan radikal dan membahayakan negara itu sendiri.

“Media-media online memang menjadi tempat tumpah ruah segala unek-unek masyarakat. Apalagi keakraban itu tinggi selama pandemi ini. Oleh karena itu, pemerintah harus tegas dan pihak yang berwenang dalam mengurus arus informasi publik harus menutup situs-situs yang membeberkan narasi-narasi ajakan untuk bertindak radikal dan teroris,” tambahnya.

Penulis buku Catatan Hitam Hizbut Tahrir ini juga menegaskan, penyebaran paham radikalisme tidak memiliki faktor tunggal. Sebab itu tujuannya pun beragam, namun yang penting salah satunya tujuan politik dan upaya-upaya kudeta di saat pemerintah lengah dan hanya terfokus pada soal Covid-19 ini.

“Motif gerakan radikal tidak ada yang tunggal seperti para pelaku bom bunuh diri. Itu motivasinya tidak tunggal. Makanya gerakan intoleransi, radikalisme dan terorisme dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Nah, disinilah peran NU, GP Ansor dan siapapun yang masih setia pada NKRI, harus menjaga secara bersama-sama dan bekerja secara gotong royong dalam meminimalisir mata rantai mereka. Kita tidak boleh kendor sama sekali,” tutupnya.

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!