Jenderal Hendropriyono: Agama Itu Menyadarkan Bukan Memabukkan

0
1259

Sangkhalifah.co — Belakangan ini banyak orang mabuk dalam beragama. Mereka tidak mampu menyerap pesan-pesan indah dan damai. Akhirnya yang menonjol dalam aktivitas keagamaannya, wajah marah ketimbang ramah.

Jenderal Hendropriyono dalam pernyataannya mengungkapkan banyak yang menyalahpahami pernyataan saya bahwa kita tidak boleh mabuk agama.

“Saat saya bicara di Karni Ilyas Club beberapa waktu yang laku. Berikut saya jelaskan “mabuk agama” yang saya maksudkan. Mabuk itu artinya tidak sadar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) salah satu arti mabuk adalah berbuat di luar kesadaran. Mabuk beragama dapat diartikan beragama tapi tak menyadari makna beragama”, ungkap jenderal yang digelari the master of intelligence ini.

Ia menegaskan bahwa seseorang mudah terpapar disebabkan karena ‘mabuk beragama’. Ia mengerti agama dari segi kulitnya dan tidak mampu menyerap agama dengan baik dan benar.

“Agama dan beragama harus membuat orang sadar bukan sebaliknya. Juga perlu memahami hubungan agama dan Pancasila sebagai falsafah dan asas bernegara. Pancasila justru lahir karena agama, bukan di atas agama. Pancasila juga tidak boleh didikotomikan dengan agama”, tandasnya.

Master intelijen ini mengharapkan hubungan tak terpisahkan antara agama dan sila-sila dari Pancasila. Mana bisa kita beragama jika kita membunuhi orang lain, yang jelas-jelas dilarang oleh agama apa pun.

Ia menambahkan beragama itu juga harus mengetahui peraturan negara tempat tinggalnya. Agar cara beragama dan bernegara kita menjadi bijaksana.

“Jadi beragama itu juga diperlukan disiplin, yakni tunduk pada aturan. Pancasila menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu paling atas. Itu diyakini dalam semua agama. Sila pertama itu harus dijabarkan dalam sila-sila lainnya”, tutup Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer. []

 

Leave a reply

error: Content is protected !!