Islamophobia: Antara Stigma dan Realita

0
293

Sangkhalifah.co — Dua pesawat berpenumpang sipil melayang dan menabrak Gedung Kembar pagi itu, memecah rutinitas Manhattan yang selalu sibuk. Tidak lama gedung itu tumbang. Hampir seluruh kota membujur debu dan teriak kepanikan menggantikan harmoni jazzi “Take Five” dari The Dave Brubeck yang biasa mengalun dari kedai-kedai kopi di sepanjang Fulton Street. Lalu Bandara diperketat dan beberapa rute penerbangan ditiadakan. Tidak lama pihak keamanan mengungkap; Al-Qaeda berada di belakang semua itu.

Pagi itu saya berada ribuan kilometer dari New York, di Oakland tepatnya. Tiga hari lagi saya harus terbang ke Virginia. Meski tiket sudah di tangan, ternyata dibatalkan sepihak oleh maskapai. Nama saya yang Islami sulit untuk dimaklumi. Islamophobia kah rakyat Amerika? Tentu saja tidak! Ada sesuatu yang salah, bukan pada mereka, tapi pada sebagian kalangan Muslim. Islam tidak pernah menganjurkan aksi teror. Tapi kaum Muslim tidak juga bisa membantah bahwa para teroris itu melakukan kekejiannya atas nama Islam. Mereka menampilkan Islam sebagai sosok yang tak punya kemanusiaan. Jika kemudian sebagian orang merasa takut terhadap Islam, jangan juga menyalahkan mereka.

Basis ajaran Islam tentang kemanusiaan, kedamaian dan toleransi seringkali dihilangkan, yang bermetamorfosis dalam berbagai aksi penyimpangan. Banyak orang tidak lagi memegang ajaran Islam, melainkan memeluk tafsir-tafsir yurisprudensi agama yang berujung kepada perpecahan serta kekerasan. Islamophobia lalu tercipta, bukan hanya di kalangan non-Islam tapi juga di kalangan Islam sendiri.

Di berbagai wilayah Arab dan Asia Selatan itu terjadi. Ketakutan-ketakutan terhadap pemeluk ajaran Islam tertentu, dirasakan oleh umat Islam yang lain. Ulama hebat sekelas Syeikh Ramadhan al-Bouthi dan Adnan al-Afyouni dibunuh, banyak masjid di bom atas nama “islam”. Inilah yang harus dipahami oleh umat Islam di Indonesia, bahwa Islamophobia bukanlah rasa cemas kepada Islam, tapi kepada kelompok tertentu yang secara licik menggunakan jubah Islam sebagai sarana infiltrasi intoleransi demi dominasi politik. Cara mereka memang halus Annisa, kamu harus banyak belajar tentang modus mereka dek..!

*Islah Bahrawi, Direktur Jaringan Moderat Islam

Leave a reply

error: Content is protected !!