Islam Bukan Agama Penuh Teror dan Kekerasan

0
175

Sangkhalifah.co — Berbicara tentang radikalisme tidak akan pernah habis dibicarakan, apalagi bersenggolan dengan agama. Ditambah lagi mengenai konflik-konflik di Timur Tengah yang salah satunya disebabkan oleh pemahaman fundamental dan radikal terhadap permasalahan politik, keagamaan dan kehidupan. Di samping itu, banyak kelompok radikal atas nama agama di Indonesia yang berkeinginan mengganti Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan UUD 1945 dengan sistem khilafah, padahal sudah kita ketahui bersama ideologi dan dasar negara NKRI dirumuskan oleh para ulama.

Sebetulnya paham radikalisme sudah ada pada zaman Rasulullah. Bahkan, beliau sudah mengabarkan dalam beberapa hadist bahwa gerakan semacam ini akan selalu ada. Salah satu hadis yang menceritakan tentang Dzul Khuwaishirah (HR Bukhari 3341, HR Muslim 1773) dan hadis yang menceritakan mengenai ciri-ciri kelompok radikal (HR Bukhari nomor 7123). Dalam sejarah perkembangan Islam, kemudian dikenal dengan istilah firqah yang bernama Khawarij.

Khawarij ini lahir sebagai bentuk protes ketidaksepakatan terhadap tindakan tahkim (arbitrase) yang dilakukan oleh Khalifah ‘Ali Ibn Abu Thalib dalam penyelesaian peperangan Shiffin dengan Mu’awiyah ibn Abu Sufyan. Memang Khawarij sekarang sudah tidak ada, akan tetapi sampai sekarang pun masih banyak ditemukan pemikiran yang benar-benar fanatik, tekstual, dan fundamental yang muncul dari paham Khawarij.

Jika dikaitkan dalam bernegara, kelompok radikal ini selalu mengangkat isu khilafah (satu pemerintahan atas nama Islam). Segala bentuk macam permasalahan negara selalu di kaitkan dengan khilafah. Bahkan, yang lebih ekstrem lagi ada beberapa golongan yang menganggap pemerintahan selain menggunakan sistem khilafah adalah thaghut. Meskipun, bentuk negara ini merupakan perkara yang ijtihad.

BACA: Jangan Sembunyi Dibalik Agama

Ciri wajah asli Islam adalah penuh kelembutan, toleransi, dan menyejukkan. Ini sudah termaktub dalam firman Allah QS. Al-Nahl ayat 125 mengenai cara berdakwah yang sama sekali tidak diperintahkan untuk perang. Poin penting yang gagal dipahami oleh Musim radikal yaitu makna berdakwah adalah mengajak, bukan memaksa. Mereka memahami makna dakwah bahwa kelompok lain wajib dan harus mengikuti apa yang ada dipikiran mereka.

Menjunjung citra Islam yang moderat memang tugas berat, terutama bagi elemen bangsa Indonesia yang belum tertular paham radikalisme atas nama agama. Adanya konsep Islam Nusantara harus diuji dan direalisasikan. Karena dengan menghancurkan kelompoknya saja itu tidak akan ada artinya apabila pemikirannya sudah tersebar luas. Upaya lain yang bisa dilakukan oleh pemerintah dengan memperbaiki kondisi bangsa dan kinerja pemerintah sehingga lebih mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Menanamkan nilai Islam yang humanis dalam tataran akar rumput, merupakan tugas terberat untuk Muslim moderat. Hal ini bisa diisi oleh kajian mengenai bentuk negara, menceritakan kembali perjuangan para ulama kemerdekaan Indonesia, hubungan Islam dengan konstitusi, dan memperkuat masyarakat untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus diintensifkan. Sebagai Muslim yang mengerti adanya permasalahan ini, sudah sepatutnya berlaku, bersikap, dengan apa yang ada sesuai yang diperintah Allah SWT dan disyariatkan nabi Muhammad SAW sehingga Islam tersyiar dengan kebenaran. [Syfa Fauziah]

Leave a reply

error: Content is protected !!