ISIK dan Al-Qaeda Bangkit Lagi di Afganistan?

1
130

Sangkhalifah.co — Amerika Serikat dan NATO hampir menuntaskan proses penarikan pasukannya dari Afganistan. Tetapi unit kecil kontra teror tetap akan ditempatkan di negara tersebut dan di negara negara yang berbatasan dengan Afganistan.

Masa depan negara tersebut tergantung pada keberhasilan perundingan perdamaian antara pemerintah Afganistan dengan Taliban yg terdiri beberapa fraksi. Masalah krusial yang belum tuntas adalah soal sistem politik , suatu negara Islam yang ketat atau agak longgar seperti sekarang.

Sejak 2019, Al-Qaeda dan ISIK (Islamis State of Korasan/kelanjutan ISIS) telah membangun kekuatan di negara tersebut. Keduanya sedang membangun basis kekuatan baru di wilayah Afganistan Timur (berbatasan dengan Tajikistan dan RRC) dan di Afganistan Selatan dan Tenggara yang berbatasan dan Pakistan.

ISIK dan Al-Qaeda tampaknya akan berjuang bersama yang mendasarkan strategi perjuangan dengan mengeksploitasi hadist hadist akhir zaman (hadis dha’if /lemah). Substasi dari hadits hadist tersebut adalah “bendera hitam akan muncul di Korasan sebelum datangnya Imam Mahdi”. Hadist ini digunakan sebagai kampanye untuk menarik simpatisan mereka dari negara negara lain.

ISIK dan Al-Qaeda tampaknya bekerjasama dengan salah satu fraksi Taliban Hakkani yang radikal. Beberapa relawan atau teroris asal Indonesia telah berada di negara itu. Potensi sebagai palagan baru terorisme internasional (medan jihad) tidak bisa diabaikan. []

*KH As’ad Said Ali, Mantan Wakil Badan Intelijen Negara Republik Indonesia

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!