Investasi Bodong 212 Mart dan Bobroknya Kelakuan Simpatisan FPI dan HTI

1
582

Sangkhalifah.co — Lagi-lagi masyarakat telah tertipu oleh gerombolan pengasong khilafah dan NKRI Bersyariah. Kali ini melibatkan sektor ekonomi masyarakat luas. Adalah Koperasi Syariah 212 Mart yang telah diduga kuat telah melakukan penggelapan uang milik investor di Samarinda sebesar 2.25 Miliyar.

Tidak tanggung-tanggung, penggelapan uang yang tidak bisa dilepaskan dari rentetan peristiwa Demo 212 ini telah merugikan 600 orang. Dikutip Detik.com, sudah ada 28 orang yang memberikan kuasa hukum kepada Lembaga Badan Hukum untuk mengusut tuntas penipuan investasi bohong Koperasi 212, koperasi yang diinisiasi oleh penjual ayat Al-Qur’an.

Sejak tahun 2018 koperasi hasil jual ayat ini memang sudah diindikasi akan menipu umat. Bukan untuk mensejahterakan umat sebagaimana apa yang disampaikan saat awal didirikannya. Detik.com menyebut kalau pada 2018 Koperasi 212 ini telah banyak yang tutup gerai, ada tagihan pada investor, dan bahkan pegawainya tidak digaji. Keterlaluan. Begitulah kelakuan orang-orang yang gemar menjual ayat. Membawa nama umat demi kepentingan perutnya sendiri. Agama diperkosa untuk memuaskan nafsu perut dan mulut saja. Bukan mensejahterakan umat, malah menipu umat.

Kita jadi ingat penegasan Allah dalam QS. Al-Ma’un tentang orang-orang yang berbohong atas nama agama. Mereka mengatasnamakan agama demi kepentingan diri sendiri, namun berujung pada tindakan yang justru bertentangan dengan agama, seperti melancarkan anak yatim, membuatkan kemiskinan, melalaikan salat, dan tidak peduli dengan permasalahan sosial. Ini sesungguhnya apa yang dimaksudkan Al-Qur’an, relevan dengan peristiwa investasi bodong koperasi 212 Mart yang tidak lain dan tidak bukan merupakan investasi yang berdiri atas dasar jual ayat dan menebar intoleransi di tengah umat.

Yang juga parah dan ini harus dijauhi benar-benar oleh umat adalah adanya endors dari UAS dan AH dalam peresmian koperasi 212 itu. Ini yang membuat masyarakat buta hati sehingga mau saja dikibuli sama orang-orang yang membawa baju agama, namun hatinya culas dan tidak tahu kasian dengan kondisi ekonomi masyarakat. Kita tak bisa membayangkan, seorang da’i nasional tidak bisa bedakan mana investasi yang akan mernjerumus pada kerugian umat dan mana yang tidak. Lantas, kenapa masih ada umat yang setuju dengan apa-apa saja yang disampaikan keduanya? Mari instrospeksi diri jangan lagi tertipu dengan baju agama, namun hati kejam merampas hak orang dengan penipuan investasi.

Pada faktanya, koperasi 212 yang telah melakukan investasi bodong ini terinspirasi dari adanya kebrutalan kelompok radikal dalam aksi 212 2017 silam. Sama sekali bukan aksi damai karena justru menimbulkan perpecahan di tengah umat. Dilansir CNBC Indonesia, koperasi yang telah melakukan investasi bodong ini pada mulanya terinspirasi dari gerakan itu untuk menumbuhkan ekonomi umat.

Tetapi buktinya malah menipu, nilep uang masyarakat, apalagi kalau bukan hendak merampas hak-hak orang? Koperasi yang anggotanya pada mulanya banyak diisi oleh anggota Alumni 212 ini nyatanya bobrok. Menipu sana sini. 600 orang telah merasa dirugikan. Ini baru yang ketahuan saja.

Gerai yang telah tersebar banyak di kota-kota di Indonesia ini mulanya mengusung konsep syariah dalam bisnis ekonomi umat. Katanya sih termotivasi dari persatuan 212 yang sarat dengan politik itu yang diklaim telah menyatukan umat. Meski faktanya telah banyak menimbulkan madhorot, menumbuhkan benih-benih kebencian kepada pemerintah sah. Bahkan terindikasi akan mengkudeta pemerintah. Dan kita semua tahu, orang-orang yang berada dalam jaringan PA 212 ini tidak jauh-jauh merupakan eks anggota FPI, kalau tidak HTI. Dua organisasi yang telah dibubarkan pemerintah karena telah meresahkan masyarakat.

Aksi 212 2017 silam memang telah menjadikan Indonesia tercatat sebagai negara yang buruk dalam perpolitikan. Satu umat dengan umat yang lain saling melempar fitnah. Pemerintah dijelekkan habis-habisan. Siapa orang-orang yang berinisiatif menggelar Aksi 212 yang kemudian melahirkan koperasi 212 investasi bodong ini?

Tidak perlu memikir keras. Sudah bukan rahasia lagi kalau merekaa adalah gerombolan intoleran yang tidak ingin orang non-Muslim, seperti Ahok, yang jelas kerjanya, menjadi pemimpin di sebuah wilayah. Mereka adalah para eks FPI dan HTI. Akhlaknya bobrok. Menjual ayat dan syariat untuk menebar benih intoleran dan kini melakukan penipuan investasi bodong. Masyarakat harus menolak semua bentuk jualan agama kelompok intoleran ini. Agar jangan ikut tertipu. [Eep]

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!