Gaungkan Pancasila, Runtuhkan Ideologi Khilafah

0
332

Sangkhalifah.co — Pancasila sebagai Ideologi dan dasar negara harus menjadi jiwa yang menginspirasi seluruh pengaturan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila baik sebagai ideologi dan dasar negara sampai hari tetap kokoh menjadi landasan dalam bernegara. Pancasila juga tetap tercantum konstitusi negara kita meskipun beberapa kali mengalami pergantian dan perubahan konstitusi. Ini menunjukkan bahwa Pancasila merupakan konsensus nasional dan dapat diterima oleh semua kelompok masyarakat Indonesia. Pancasila terbukti mampu memberi kekuatan kepada bangsa Indonesia, sehingga perlu dimaknai, direnungkan, dan diingat seluruh komponen bangsa.

Indonesia itu beragam, maka tidak bisa dibangun oleh satu asas atau ideologi. Apabila Khilafah berusaha merebut kedermawanan Pancasila, maka seluruh masyarakat harus bersatu untuk menolaknya, bahkan harus meruntuhkan, agar tidak mengusik ketenangan dalam bangsa Indonesia. Sebab, Indonesia dengan Ideologi Pancasila yang diusung sudah mengajarkan, bagaimana membangun kerukunan dalam perbedaan, dan sudah menjadi kode etik bagi bangsa ini. Dengan kata lain, memang banyak perbedaan di negeri ini, tapi perbedaan ini selalu mengajarkan bagaimana saling menjaga dan menghormati.

Hal ini sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, yang memuat cita-cita kenegaraan (staatsidee) dan cita-cita hukum (reichtsidee), yang kemudian dijabarkan dalam pasal-pasal undang-undang dasar. Lima dasar negara terdapat di dalam pembukaan alinea keempat. Secara ideologis, dasar negara yang lima itu adalah Pancasila. Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. 

Kelima  sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat Indonesia dan dasar Negara Republik Indonesia. Dasar tersebut kukuh karena digali dan dirumuskan dari nilai kehidupan rakyat Indonesia yang merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa kita. Karena itulah Pancasila disepakati secara nasional, Pancasila merupakan perjanjian luhur yang harus dijadikan pedoman bagi bangsa, pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia. Itu pulalah bentuk dan corak masyarakat yang hendak kita capai atau wujudkan, yaitu masyarakat Indonesia modern, adil, dan sejahtera. Dari sejarah ketatanegaraan sudah terbukti bahwa Pancasila mampu mempersatukan bangsa kita yang majemuk.

 Dari konsep yang begitu rapi dan sangat menjunjung nilai kemanusiaan ini, maka sudah seharusnya dijaga dan dipertahankan dengan penuh jiwa dan raga kita. Agar tidak ada yang mengusik ketenangan dalam ber-Indonesia yang mendamaikan. Bagaimana sistem ataupun sikap saling memanusiakan menjadi rujukan utama untuk membingkai perdamaian yang bisa ditiru oleh bangsa-bangsa lainya.

Berangkat dari sini, baik Ideologi Khilafah ataupun paham yang berusaha menerobos bingkai-bingkai persatuan Indonesia, harus di hapuskan dan dihilangkan dalam kehidupan berbangsa Indonesia yang banyak perbedaan tapi mendamaikan. Dan salah satu cara menangkal ataupun meruntuhkan ideologi tersebut ialah dengan menguatkan pengetahuan dan mengoptimalkan pemikiran kita dari buku-buku, cerita-cerita sejarah, khususnya sejarah Indonesia yang memang memiliki perjalanan panjang untuk merdeka. Sehingga setiap kita akan mengetahui bagaimana sebuah perjuangan panjang bangsa Indonesia berdiri. Dan dari situ, tidak seharusnya sistem baru ataupun paham baru masuk dengan sembarangan. Sebab, Pancasila adalah dasar untuk selalu menjaga kerukunan, kebersamaan, dalam perbedaan, yang tidak pernah mementingkan satu kepentingan.

Pancasila itu Sakti, maka kita harus senantiasa menggaungkannya di dalam masyarakat, agar masyarakat tidak gampang termakan oleh paham-paham baru yang berusaha masuk dan merusak persatuan bangsa Indonesia. Yang perlu selalu kita ingat adalah bangsa ini besar dan merdeka berkat tangan-tangan baik yang rela mengobarkan darahnya, jiwa raganya untuk ketenangan, ketenteraman di hari ini. Bisa kita bayangkan seandainya sekarang kita masih dijajah, maka hari ini mungkin kita tidak akan bisa makan dengan tenang. Maka, jangan biarkan ideologi masuk dan menjajah persatuan dan kesatuan Indonesia yang sudah merdeka. []

*Sudiyantoro, Penikmat Buku dan Pegiat Literasi Asli Rembang

Leave a reply

error: Content is protected !!