FPMSI Ajak Lawan Paham Radikalisme, Makmun Rasyid: Hukumnya Wajib

2
253

Sangkhalifah.co — Komunitas Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mengajak warga milenial untuk bahu membahu dalam menangkal paham radikalisme yang berpotensi mengarah kepada tindakan, dan hoak-hoak yang bertebaran di media sosial.

Co-Founder lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR) Makmun Rasyid memberikan dukungannya kepada pemerintah atas pembubaran kepada beberapa organisasi yang tidak menjadikan Pancasila sebagai ideologinya dan demokrasi sebagai sistemnya.

“Pembubaran organisasi radikal seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) merupakan wujud nyata upaya pemerintah untuk melindungi persatuan dan keamanan NKRI” kata Makmun dalam live podcast dengan tema “Melawan Radikalisme di Masa Pandemi Dengan Penguatan Nilai-nilai Pancasila di Media Sosial” yang digelar FPMSI pada kamis (28/1/2021) siang di Jakarta.

Makmun juga menambahkan bahwa eksistensi dan penerapan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terus disosialisasikan di ruang media publik, salah satunya media sosial.

Dalam live podcast tersebut, Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) Rusdil Fikri mengingatkan pengguna media sosial untuk tetap waspada dan jangan mudah percaya terhadap konten paham radikalisme.

“Saat pemerintah disibukkan dengan penanganan Covid-19, justru dijadikan peluang bagi gerakan dan organisasi radikal yang berkeliaran untuk membangun serta memperkuat sentimen negatif atau ketidakpercayaan publik kepada pemerintah, salah satunya hoak Covid-19” ujar Rusdil.

Lebih lanjut, Anggota Duta Damai Jakarta Anggara Purista turut mengajak milenial agar memposting konten di media sosial yang dapat memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan bangsa.

“Sebagai generasi milenial, kita harusnya tidak memproduksi konten postingan hoax dan hasutan provokatif yang dapat memengaruhi stabilitas berbangsa dan bernegara” kata Anggara.

Setelah live podcast berlangsung, maka dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi online sebagai komitmen melawan radikalisme dan terorisme lewat penguatan nilai-nilai Pancasila di ruang media sosial. Adapun beberapa poin deklarasi tersebut sebagai berikut:

Pertama, siap menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang–Undang Dasar 1945 serta Kebhinekaan.

Kedua, siap melawan propaganda radikalisme melalui penyebaran konten narasi positip dan literasi nilai-nilai Pancasila di media sosial demi menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan kemajuan Indonesia.

Ketiga, siap bekerjasama meningkatkan kolaborasi dan gotong royong dengan seluruh elemen masyarakat guna melawan hoak dan virus radikalisme yang dapat memprovokasi dan menghambat upaya penanganan pandemi Covid19 serta Pembangunan Nasional. []

2 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!