Faktor-Faktor Pendorong Terorisme dan Cara Mudah Menjauhinya

0
118

Sangkhalifah.co — Terorisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan dan revolusioner. Sementara mengutip Wikipedia, terorisme adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan adanya perubahan sosial dan politik secara drastis dengan cara-cara kekerasan. Terorisme memiliki hubungan yang berat dengan agama.

Ini karena aksi terorisme biasanya juga dilakukan dengan mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar dengan fanatisme keagamaan yang sangat tinggi. Sehingga tidak jarang penganut paham radikal teroris mengaktualisasikan paham keagamaan yang kasar dengan cara pemaksaan.

Untuk menjauhi faham yang berbahaya bagi perdamaian dunia ini perlu diketahui apa faktor-faktor yang mendorong terjadinya aksi radikal dan bahkan teror. Dengan demikian kita bisa membendungnya sebelum meledak di tengah-tengah masyarakat. Faktor pertama yang harus disorot adalah faktor sosial ekonomi. Permasalahan yang dihadapi sebagian orang karena masalah ekonomi berpotensi memicu pribadinya melakukan kekerasan. Pada umumnya, kelompok teror mengaitkan dengan pemahaman keagamaan untuk menentang penguasa dengan dianggap sebagai penguasa yang tak bisa memberi keadilan dan kesejahteraan.

Faktor berikutnya adalah faktor keagamaan. Harus diakui bahwa salah satu penyebab radikalisme dan terorisme karena sentimen keagamaan sebagian orang kepada kelompok yang lain. Agama yang dimaksud dalam konteks ini sifatnya interpretatif dan subjektif, bukan agama sebagai Wahyu absolut. Sayangnya, kelompok radikal teror seringkali menggunakan simbol-simbol wahyu suci tersebut untuk memanipulasi target, terutama mereka yang awam dan tidak punya dosa kepada mereka. Amin Abdullah menyebut, faktor agama menjadi faktor pendorong yang dominan dalam membentuk seseorang memiliki paham radikal dan teror.

Selanjutnya, faktor yang menjadi sebab lahirnya radikalisme dan terorisme adalah faktor kultural yang diiringi dengan sikap tertutup. Kelompok teror selalu berusaha melepaskan diri dari jeratan budaya yang tidak sesuai. Kelompok ekstrim menganggap budaya yang mendominasi umat manusia, termasuk umat Islam saat ini adalah budaya Barat.

Budaya Barat (bagi kelompok teroris ekstrim) merupakan sumber sekularisme yang dianggap sebagai musuh yang harus dihilangkan dari bumi. Apalagi budaya Barat telah mendominasi di berbagai aspek negeri-negeri dan budaya Muslim. Oleh kelompok teror, budaya Barat telah mengotori kesucian dunia Islam sehingga harus dibumihanguskan.

Faktor yang berikutnya adalah faktor ideologis. Faktor ini menginginkan penerapan syariat Islam secara total di berbagai aspek kehidupan manusia baik dalam beragama maupun bernegara. Faktor ini yang memicu lahirnya kelom-kelompok pengasong khilafah seperti HTI, ISIS, JAD, FPI, dan kelompok ekstrim lainnya yang menganggap bahwa dengan penerapan syariat Islam versi mereka maka masyarakat dunia akan sejahtera.

Tidak akan mengalami kekurangan sedikitpun. Faktor selanjutnya ialah faktor kebijakan pemerintah yang dianggap tidak menguntungkan dunia Islam. Setiap kebijakan pemerintah di dunia selalu bertentangan dengan visi Islam kelompok teror, sehingga harus dilawan dengan cara kekerasan.

Faktor yang tidak kalah penting yang menjadi penyebab hadirnya radikalisme dan terorisme adalah faktor media massa Barat uang memojokkan umat Islam dengan klaim kekerasan di dunia dominan dilakukan oleh orang Islam. Propaganda-propaganda melalui media sosial sangat sulit untuk disudahi, sehingga sebagian ekstimis melakukan tindakan teror. Pada faktor inilah eksistensi anak-anak muda bangsa Indonesia harus menjadi pembina untuk mengantisipasi adanya terorisme di media sosial. Di samping harus ditopang dengan pemahaman keagamaan yang mempuni sehingga dapat mengimbangi kelompok dari luar agama Islam atau dari orang Islam yang memilki pemahaman dangkal.

Radikalisme dapat terjadi pada semua pemeluk agama, tidak hanya mereka yang beragama Islam. Untuk menjauhi adanya tindakan radikalisme dan terorisme kita harus waspada pada ajakan-ajakan jihad yang diartikan dengan perang dan melakukan kekerasan. Kita harus menjauhi ajakan-akan untuk hidup lebih baik tapi ditopang dengan melakukan kebencian.

Belajarlah pada orang-orang yang memiliki pemahaman agama yang moderat dan mumpuni. Jauhkan anak-anak dan generasi bangsa dari idelogi radikal dan teror yang dibungkus dengan paham keagamaan. Jangan mudah percaya dengan orang-orang yang berbaju syar’i, namun perintahnya membenci dan melakukan kekerasan kepada orang lain yang berbeda. []

Leave a reply

error: Content is protected !!