Dukung Pemerintah Tumpas Terorisme dan Penggeraknya

0
281

Sangkhalifah.co — Terorisme masih menjadi ancaman bangsa Indonesia. Peristiwa pemboman Gereja Katedral Makassar menjadi saksi masih eksisnya gerakan radikal dan teror di Indonesia. Ditambah dengan penyerangan Markas Besar Polri oleh Zakiah Seni serta berbagai penangkapan terduga teroris di berbagai daerah. Selain menjadi ancaman juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah melalui Densus 88 untuk menumpas habis jaringan terorisme. Masyarakat pun perlu mendukung apa yang sudah dan akan dilaksanakan pemerintah untuk memutus mata rantai jejaring terorisme.

Terorisme bisa berupa kekerasan dengan mengatasnamakan agama dan bisa juga dalam bentuk separatisme. Apa yang dilakukan ISIS, HTI, dan FPI masuk dalam kategori terorisme jenis pertama. Gerakan ini memanfaatkan ayat-ayat suci Al-Qur’an untuk mewujudkan kebatilan. Seperti apa kata Sayyidina Ali, gen Khawarij modern ini selalu menggunakan kalimat kebenaran untuk mewujudkan kebatilan. Ayat-ayat jihad hanya dimaknai memerangi orang yang tidak satu paham dan keyakinan. Ayat-ayat pemberantasan berhala untuk memusuhi ideologi bangsa dan negara. Begitu juga ayat-ayat lainnya yang menjadi korban kejahatannya.

Penangkapan Munarman oleh Densus 88 beberapa waktu yang lalu menjadi salah satu kunci untuk menutup habis gerakan terorisme jenis pertama ini. Seperti ditegaskan Kepolisian dalam konferensi persnya, Munarman diduga kuat telah ikut berbaiat (dengan gerakan teroris) di tiga tempat, yaitu Makassar, Medan, dan Jakarta. Dikatakan juga bahwa Munarman telah melakukan pemufakatan jahat menggerakkan orang lain melakukan tindakan teror. Posisinya sebagai Panglima Laskar FPI ini memang posisi yang sangat mendukung untuk bisa menggerakan otak-otak yang sudah dicuci dengan ideologi radikal untuk melakukan pemboman.

Mengutip pendapat Denny Siregar, Munarman lebih berbahaya dibandingkan dengan Rizieq Shihab. Munarman orang yang pintar dalam mengkoneksikan organisasi FPI dengan gerakan terorisme di luar negeri. Munarman memiliki jaringan yang sangat luas di berbagai negara. Sementara Rizieq hanya pintar koar-koar dengan toanya setelah dipanas-panasi oleh Munarman. Maka jika Rizieq mungkin akan dihukum penjara beberapa tahun karena pelanggaran-pelanggarannya di luar kasus terorisme, Munarman bisa dijerat hukum seumur hidup karena telah menggerakkan orang lain melakukan tindakan teror.

Demikian disampaikan Kanagpenum Divhumas Polri Muhammad Ramadan, bahwa Munarman telah disangkakan dua pasal sekaligus dengan UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme, yaitu pasal 14 juncto Pasal 7 dan pasal 15 juncto Pasal 17. Eks Sekum FPI ini sangat pantas dihukum seumur hidup. Masyarakat Indonesia saja seluruhnya setuju jika ia harus dihukum seumur hidup karena ulahnya yang diduga kuat telah menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan teror, bahkan diduga kuat telah melakukan baiat dengan ISIS yang jelas-jelas merupakan gerakan teroris sebanyak tiga kali di tiga kota sebagaimana disebut di atas.

Gerakan teroris selain didasari agama juga ada yang didasari separatisme, seperti Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Seperti dinyatakan oleh Menkopolhukam Mahfud MD, organisasi dan orang-orang yang berada di dalam KKB dikategorikan sebagai gerakan teroris, karena telah menimbulkan keresahan kepada masyarakat. Lebih dari itu bahkan telah melakukan tindakan pembunuhan dan tindakan-tindakan kekerasan lainnya yang mmebuat masyarakat takut. Memang gerakan teroris kedua ini tidak semasif gerakan teroris pertama, tetapi juga harus terus ditekan agar tidak menjadi besar.

Baik secara akal sehat atau pun tuntunan agama apapun tidak dibenarkan melakukan tindakan-tindakan teror. Setiap agama memiliki ajaran dan keyakinan menghargai jiwa manusia yang merupakan ciptaan Tuhan. Gus Dur pernah menrgaska, “menghargai ciptaan-Nya berarti sama dengan menghargai Penciptanya”. Apa yang dilakukan oleh pemerintah dan kepolisian melalui Densus 88 harus didukung penuh oleh semua elemen masyarakat Indonesia. Baik terorisme yang berbasis agama ataupun sparatisme semuanya harus dibasmi habis di negeri ini. Agar keutuhan NKRI terus terjaga dan (negara) menjadi baldatun thayyibatun wa Rabbun rhafur. [Lufaefi]

Leave a reply

error: Content is protected !!