Densus 88 Tangkap Pengurus Pusat Jamaah Islamiyah di Tiga Tempat

3
199

Sangkhalifah.co — Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap empat terduga teroris berinisial MEK, SH, MT dan AR dari kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI), Jumat (10/9/21).

Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, terduga teroris  yang ditangkap tersebut berinisial AR, merupakan tokoh JI yang pernah ditangkap 15 tahun lalu karena menyembunyikan pelaku pengeboman malam natal (2000) dan bom Bali (2002).

“AR yang dijemput di rumahnya di kawasan Depok. Terduga AR pernah ditangkap oleh kepolisian 15 tahun lalu,” ungkapnya.

Sebelumnya, menurut Kombes Aswin, Tim Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap tiga terduga terorisme di wilayah Bekasi Utara (Jawa Barat) dan Grogol Petamburan (Jakarta Barat). Dari keseluruhan pada satu hari (10/9/21) telah ditangkap sebanyak empat orang.

“Tiga teroris yang lebih dulu ditangkap berinisial MEK dan S alias MT, ditangkap pukul 05.30 WIB dan 06.00 WIB di wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Selanjutnya SH ditangkap di wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat pukul 08.00 WIB. Semuanya kini dalam penyelidikan Densus 88,” tambahnya.

Penangkapan kali ini bukan sekedar anggota Jamaah Islamiyah, melainkan pengurus pusat atau Markaziyah Jamaah Islamiyah. Dan mereka merupakan pemain lama dalam kelompok Jamaah Islamiyah.

“MEK merupakan Pengurus Perisai Nusantara Esa (2017) dan Ketua Pembina Perisai (2000); S alias MT merupakan fundraising Perisai (2018), Pembina Perisai Nusantara Esa (2020) dan sekaligus anggota Tholiah Jabodetabek; SH merupakan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah yang diketahui pernah ikut pelatihan militer di Moro, Filipina Selatan; Sedangankan terduga yang ditangkap sore hari berinisial AR merupakan tokoh lama Jamaah Islamiyah. AR ini pernah ditangkap namun kembali bereaksi kembali,” pungkasnya.

Densus 88 Anti-Teror mengatakan bahwa JI ini “masih aktif bergerak di bawah permukaan.”

“Densus 88 tidak pernah melonggarkan operasinya di berbagai daerah terakit jaringan teroris yang terus berusaha untuk melakukan berbagai persiapan aksinya. Namun demikian kami pihak kepolisian tidak bisa bergerak sendirian. Harus ada peran aktif dari masyarakat untuk selalu melakukan gerakan penolakan secara masif terhadap kelompok radikal ini, setidaknya dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” tutupnya. []

3 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!