Densus 88: Sumber Dana Teroris Bisa Dari Infak, Cripto Hingga Pinjol

1
495

Sangkhalifah.co — Anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Densus 88, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono, mengungkap sejumlah sumber pendanaan jaringan teroris di Indonesia.

Menurut dia, aksi terorisme didanai dari infak, donasi, Cripto, dan juga pinjaman online. Kucuran ongkos untuk operasi terorisme, kata dia, juga berasal dari dana organisasi teror luar negeri dan jaringan internasional, serta fa’i.

“Dana tersebut digunakan untuk aksi teror,” kata AKBP Goentoro dalam keterangan saat presentasi di acara Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta, Sabtu, 11 Desember 2021.

Selain itu, Goentoro memaparkan, dana dipakai untuk menggaji pengurus struktural, akomodasi dan tempat pembinaan, serta persediaan logistik pendukung aksi teroris.

“Transportasi dipakai untuk menggaji internal hingga bantuan modal usaha kepada anggota atau jaringan. Lalu pendanaan untuk rekrutmen, doktrin, latihan fisik, serta pembelian bom dan senjata,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengungkap bahwa ada yang menggunakan uang kripto atau cryptocurrency untuk mendanai aksi terorisme.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan hal itu yang mendasari regulator di Indonesia mengatur transaksi uang kripto.

“Karena ada satu kejadian terorisme di Indonesia pendanaannya menggunakan itu, pendanaannya uangnya, itu kejadian yang nyata,” tutupnya.

Terkait hal ini, Bank Indonesia menyatakan mata uang digital Bitcoin berpotensi digunakan untuk pendanaan terorisme seperti peristiwa pada tahun 2015 saat peretas “Ghost Security Group” mengungkap beberapa akun keuangan ISIS dalam jaringan Bitcoin, salah satunya memiliki nominal setara dengan Rp41,1 miliar. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!