Densus 88 Geledah Markas Yayasan Syam Organizer

2
242

Sangkhalifah.co — Kepala Ban Ops Densus 88 AT Mabes Polri, Kombes Aswin Siregar mengungkapkan bahwa jaringan teroris Jamaah Islamiyah sangat lihai dalam menyesuaikan diri di era pandemi. Mereka masuk ke masyarakat dengan menggunakan simbol-simbol yang populer untuk menghindari kecurigaan masyarakat.

“Kelompok teroris Jamaah Islamiyah ini menggunakan cara-cara berkedok agama untuk menghindari kecurigaan masyarakat. Seperti mereka membuat kotak amal tanpa logo, jadi polos seperti biasanya kotak amal pada umumnya,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa tim Densus 88 telah melakukan penggeledahan kepada Syam Organizer untuk menyita lebih dari seribu kotak amal berbentuk celengan yang diduga untuk pendanaan terorisme.

“Jadi bukan kami ambil ditempat-tempat masjid. Di kantor, cuma yang diamankan itu banyak, ada 1.540 celengan,” jelasnya.

Kombes Aswin pun menambahkan bahwa sejak tahun 2021 hingga Agustus, Densus 88 telah menangkap 133an orang yang terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah.

“Tahun ini tentunya lebih banyak di bandingkan tahun 2019 sebanyak 25an orang dan tahun 2020 sebanyak 64an orang. Apalagi kemarin menjelang 17 Agustus 2021, mereka merencanakan untuk beraksi,” tambahnya.

Mereka ini perekrutannya masif, berbeda dibandingkan kelompok teroris seperti MIT dan JAD. Walaupun begitu, apapaun bentuknya selama dia kelompok teroris harus kita waspadai dan antisipasi sedemikian rupa.

“Kita dari Densus 88 terus berupaya menjaga stabilitas keamanan negara dan terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama dalam melakukan kerja kontra narasi/ideologi. Dengan kerjasama antara pihak kepolisian dengan masyarakat, kita bisa sama-sama dalam memberantas gerakan radikal-teroris di Indonesia,” tutupnya. []

2 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!